REJEKIPOKER
PERKASA99
BADUTQQ
GADISQQ
BABEQQ
KEPOQQ
BUNGAQQ
TATOQ
BAJUPOKER
SEHATPOKER

Selingkuh Dengan Ibu Mertuaku yang Bahenol Part 2

Cerita Sex 2018 – Cerita Penis Vagina adalah cerita sex panas terbaru 2018 dengan Selingkuh Dengan Ibu Mertuaku yang Bahenol Part 2. Situs ini dikhususkan untuk orang dewasa saja yang berisikan cerita-cerita seru dan terlengkap untuk usia 18 tahun keatas yang dapat meningkatkan nafsu birahi jika ingin mastrubasi atau bersetubuh dengan lawan jenis anda. Selamat membaca.

Aku bangkit dari kursiku, mengambil cangkir dari meja kopi dan mulai membuat minuman. Lalu kembali ke ruang tengah dan memberikan Ibu Mertuaku gelas dengan minuman itu. Lalu aku kembali duduk ke kursi.

“Kenapa sih duduknya jauh-jauh, sini dong duduk dekat ibu,” suruh Ibu Mertuaku.

Permintaan Ibu Mertuaku itu sungguh sangat mengagetkan diriku dan untuk sementara, membuatku bingung harus menjawab apa.

“Hhhmmm… aku gak tau Bu… ehh,” jawabku berantakan karena sangat grogi.

“Yahh… jangan mikir macem-macem deh kamu… Kamu pikir Ibu akan merayu kamu ya? Hahahaha…. iya kan, kan kamu mikir gitu kan?” Ibu Mertuaku tertawa geli.

“Ya gak lah Bu, jelas gak.. aku hanya…mmmm…”

“Ya sudah sini… gak usah kebanyakan mikir, sini… ayo..!!” perintah Ibu Mertuaku sambil bergeser memberikan tempat untukku dan mengajak aku segera beranjak dan pindah ke sofa untuk duduk bersama dengannya.

Dengan senyum malu-malu, aku berpindah ke sofa sambil menaruh gelas minuman di meja, dan duduk di sebelah Ibu Mertuaku.

“Nah gitu dong.. gak kenapa-kenapa juga kan?” kata Ibu Mertuaku sedikit menggoda.

“Ya Bu,” balasku dengan agak bingung dan muka yang malu kemerahan.

Setelah kami duduk bersebelahan di satu sofa, untuk sesaat kami terdiam dan tidak ada yang berkata sepatah katapun. Aku merasa sepertinya harus memulai membuka pembicaraan lagi agar kesunyian ini bisa terpecahkan, ternyata Susanti, Ibu Mertuaku telah memulai pembicaraan terlebih dahulu.

“Hmmm… terus kamu jadi gak mau kalau Ibu menggoda kamu ya?” tanya Ibu Mertuaku.

“Aku gak bilang begitu lho Bu..” jawabku sambil agak terkejut.

“Oooh… jadi kamu mau kan?” balas Ibu Mertuaku sambil sedikit meluruskan kakinya kedepan.

Otomatis mataku langsung tertuju menelusuri dari lutut sampai dengan bawah kaki Ibu Mertuaku dan sepertinya aku sudah mulai masuk kedalam godaan-godaan Ibu Mertuaku. Dan memang aku sudah sangat tergoda. Tanpa basa basi, kubiarkan mataku untuk memandangi Ibu Mertuaku dari betis hingga pahanya yang sangat terawat dengan indah.

“Aku gak bilang gitu lho Bu..” ku ulang kata-kataku tadi. Mengetahui bahwa Ibu Mertuaku sekarang sudah mulai menggoda diriku dengan sesuatu yang bisa dibilang tidak pantas dilakukan oleh seorang Ibu dari istriku sendiri.

Diwaktu yang sama pula saat aku mulai menjawab pertanyaan dari Ibu Mertuaku, aku terus berusaha dan terus mencoba menggiringnya kedalam perangkap yang sudah aku letakan, persiapkan dan rencanakan.

“Apa yang ingin kamu katakan sih Yud?” Kali ini dia dengan sengaja bertanya seperti itu kepadaku. Dan dengan sengaja pula menyilangkan kakinya agar bisa memperlihatkan pahanya yang sangat sensual itu.

“Aku jadi malu nih Bu, seharusnya kita juga jangan dan tidak boleh berpikir kearah situ kali ya Bu?” jawabku dengan sangat jujur dan berharap membawa situasi ini selesai sampai disini saja.

“Hahahaha…. kenapa sih Yud, Ibu terlihat agak nakal ya?” kata Ibu Mertuaku sambil mengedipkan satu matanya.

“Iya Bu, sedikit,” lanjutku.

“Ohh.. jadi begitu.. hmm…. terus kalau aku nakal, apa yang kamu lakukan untuk menghukumku, Yud?” tanya Ibu Mertuaku.

Sambil bertanya kepadaku, Ibu Mertuaku berdiri dari sofa dan berputar untuk berdiri tepat di depanku yang masih duduk di sofa. Perlahan, lalu dia dengan sengaja mengangkat baju terusannya sampai sebatas paha agak naik sedikit, sambil menaikkan kakinya menginjak tempat duduk sofa tepat disebelahku. Kini kakinya yang mulus tepat berada disebelahku.

Sekali lagi aku tidak bisa berbuat banyak tapi diriku membiarkan mataku untuk menikmati keindahan betis dan paha dari Ibu Mertuaku yang sekarang tepat berada di depan mataku dan sangat mudah sekali untuk disentuh.

“Suka gak sama kaki Ibu?” tanya Ibu Mertuaku.

“Ya Bu.. sangat indah,” jawabku.

“Hhmm…. Kamu mau menyentuh kedua kakiku dan membelainya?” tanya Ibu Mertuaku.

Diriku tahu bahwa harusnya kutolak kesempatan itu, tapi pemandangna yang sudah sangat dekat itu sangatlah menggoda birahiku. Akhirnya kugerakan tangan dan menempatkan telapak tanganku di dengkul Ibu Mertuaku. Merasakan lembutnya rasa dari kain nilon yang masih membungkus kaki Ibu Mertuaku itu di telapak tangan dan aku mulai meraba dan menyentuh halus paha Ibu Mertuaku.

“Mmmh… rasanya enak sekali sayang, jika dibelai seperti itu…. Ssshhh…” ucap Ibu Mertuaku hampir mendesah.

Sekali lagi dengan penuh semangat aku memulai yang seharusnya tidak boleh kumulai. Sekarang aku tidak mungkin menolak untuk membiarkan tanganku menelusuri pakaian yang selama ini menjadi misteri bagiku dan tanganku mulai merasakan kehalusan dari kulit paha Ibu Mertuaku yang masih terbalut dengan kain nilon dan jari-jariku dengan cepat meneliti bahwa itu adalah stoking, dan ya Ibu Mertuaku menggunakan stoking.

“Stoking.. ya Ibu memakai stoking,” aku hampir berbicara seperti itu, saking penasarannya.

“Tunggu dulu Yud. Pokoknya yang terbaik akan kuberikan kepadamu,” jawab Ibu Mertuaku mendengar apa yang kukatakan tadi.

Rasa dari kehalusan kain nilon itu memberikan sensasi tersendiri, cukup memberikan rasa yang sangat membangkitkan gairahku dan aku pun menyadari bahwa aku sudah berbuat terlalu jauh, dan aku sudah tidak bisa mengendalikan diri.

Dengan perlahan aku mulai meraih pinggiran bawah dari pakaian terusan yang dikenakan Ibu Mertuaku dan memulai dengan perlahan menaikannya keatas. Dalam beberapa detik mulai terlihatlah pangkal paha Ibu Mertuaku dengan pemandangan yang masih terbalut penuh dengan stoking.

Aku berdecak kagum atas pemandangan itu, sebelum akhirnya tanganku menaikkan lagi lebih tinggi pakaian Ibu Mertuaku beberapa inci keatas dan segera aku melihat bahwa Ibu Mertuaku ternyata tidak mengenakan celana dalam. Memeknya yang berwarna merah jambu terlihat jelas. Terdengarlah kembali decak kagum yang keluar dari mulutku.

“Oooohh… gila… tercukur dengan rapi!!” kataku dalam hati.

Terucap dari mulutku kekaguman itu dan aku memutarkan telapak tanganku kebelakang Ibu Mertuaku dan meraih kedua pantatnya yang sangat gempal dan montok itu. Dengan kedua tanganku dan mendorong pantat itu tepat kedepan mukaku sambil meremas pantat Ibu Mertuaku. Tanganku mulai bergerilya meremas dengan sedikit kasar mencari lubang anus Ibu Mertuaku. Muilai menggosok lubang itu dan jari-jariku juga dan meyeruak ke dalam bibir memek Ibu Mertuaku diantara kedua pahanya.

Aku langsung memajukan kepalaku dengan lidah aku mulai menjilati memek Ibu Mertuaku dengan sedikit menyentuh itilnya dengan sapuan-sapuan lidahku. Dengan cepat Ibu Mertuaku meraih belakang kepalaku dan menempelkan kuat-kuat kepalaku ke dalam memeknya dan mulailah hisapan demi hisapan dan sapuan lidahku ke dalam lubang memek milik Ibu Mertuaku.

“Oooogghhh.. ya sayang… lebih dalam lagi jilat agak dalam… Uuuugghhh….” desah Ibu Mertuaku.

Ku hirup dalam-dalam aroma bau memek Ibu Mertuaku ke dalam hidungku dan kurasakan rasa dari bibir memeknya. Bisa dibilang, sebelumnya aku tidak pernah sama sekali untuk menghubungi nomor telepon Ibu Mertuaku untuk mewujudkan impianku terhadap wanita ini.

Tetapi sekarang, Ibu Mertuaku dengan mengangkangkan kakinya selebar mungkin dan tangannya yang memegang kepalaku dan medesah kepadaku untuk terus memberikannya kepuasan birahi kepadanya dengan terus menjilati memeknya yang tercukur dengan rapi.

Kutekan dengan kuat kepalaku kearah lubang memeknya dan lidahku terus menelusuri bibir memeknya. Sambil kujilati dan kugoyangkan lidahku keluar dan masuk ke dalam lubang memeknya, tanganku tidak henti-hentinya bergerilya dari remasan di pantatnya sampai dengan belaian dipahanya. Lalu aku kembali meremas pantat Ibu Mertuaku itu, merasakan kepuasan dari rasa halusnya kulit pantat Ibu Mertuaku yang berpadu dengan tekstur halusnya kain nilon stokingnya.

“Ooooohhh sayang…. terus sayang….. hisap yang kuat…. tunjukkan kehebatanmu padaku sayang…. Ooooohhh…” rancau Ibu Mertuaku.

Kutekan lidahku ke dalam lubang memeknya dan kujilat semampu lidahku menelusuri bibir memeknya. Akhirnya Ibu Mertuaku mulai terasa mengumpulkan untuk menahan orgasmenya.

“Oooouuuhhh…. Oouuhhh…. Ibu mau keluar sayang…. Aaaakkkhhh…. gak tahan lagi…. Uuuuhhh…” jerit panjang Ibu Mertuaku sambil menahan rintih.

Nafasnya terlihat tidak teratur menahan orgasme yang menyerangnya. Memeknya terasa sangat basah dan siap menyemburkan cairan kewanitaannya. Kujilati terus dengan lidahku sedalam-dalamnya ke lubang memek Ibu Mertuaku sambil sesekali menekan itilnya dengan ujung lidahku. Sesekali dia kembali menjerit seperti dimabuk kepayang, aku dapat merasakan mungginya tubuh Ibu Mertuaku dengan wajahku yang benar-benar lekat pada memeknya.

Dan aku juga bisa merasakan mengalirnya cairan kewanitaan yang tersembur dari lubang memeknya dan mengalir ke bibir, mulut serta lidahku. Kutarik mundur kepalaku dari memek Ibu Mertuaku, dan terlihat memerah sangat seksi bersamaan itu pula Ibu Mertuaku secara otomatis berlutut dilantai seperti kehilangan topangan.

“Luar biasa sayang.. enak banget… Kamu belum menyerah kan?” tanya Ibu Mertuaku.

“Belum dong Bu, tapi maaf ya Bu, soalnya kita sebelumnya belum pernah berbuat sampai sejauh ini,” kataku sambil tersenyum kearah Ibu Mertuaku dan terus meremas halus salah satu payudaranya.

“Bagus!! Sekarang Ibu mau tahu, apa yang bisa kamu lakukan ke Ibu?” tanya genit Ibu Mertuaku.

“Hhmmm…. kira-kira apa ya Bu, kalau menurut Ibu ngapain lagi nih kita? Aku gantian menggoda dirinya.

Ibu Mertuaku merogohkan tangannya ke buah zakarku dan dia juga meraba batang kontolku yang sudah tegak tercetak di celanaku.

“Nah ini dia, Ibu mau tahu kehebatan dari kontolmu,” sahut Ibu Mertuaku sambil meraba batang kontolku.

“Oohh… yang ini memang sangat bagus Bu. Yang pasti anak perempuan Ibu gak pernah mengeluh atau complain sama yang satu ini.” jawabku dengan nakal.

“Tapi kan Ibu bukan Lidya lho… Maksud Ibu, harapan Ibu boleh dong lebih tinggi dari Lidya. Ibu mau yang lebih dari kamu,” kata Ibu Mertuaku.

Ibu Mertuaku tidak henti-hentinya bicara dan maju selangkah untuk mulai melepaskan celanaku. Lalu Ibu Mertuaku menyelipkan pinggulnya diantara kedua kakiku yang terbuka lebar, terus dia memasukkan tangannya ke dalam celanaku untuk memegang dan merasakan reaksi kontolku yang sudah sangat keras itu.

Ketika aku merasakan genggaman tangannya pada batang kontolku, kurasakan sensasi yang luar biasa. Dan membuatku sedikit mengerang ketika genggaman tangannya mulai mengocok kontolku naik turun. Ibu Mertuaku melihat kearah mataku yang menyiratkan kepuasan sensasi bercinta dengannya.

“Sudah berapa kali kamu membayangkan bersetubuh denganku sayang?” kata Ibu Mertuaku sambil terus mengocok kontolku.

Aku naikkan salah satu alis mataku sesekali sambil bertatapan dengan mata Ibu Mertuaku. Dengan maksud memberikan padangan yang mengejutkan hatinya sambil sedikit tersenyum kepadanya.

“Sudah gak ke hitung lagi Bu, sering banget,” jawabku.

“Kalau Ibu tuh sebenarnya sudah dari dulu pengen banget bersetubuh dengan kamu sayang. Sampai kadang Ibu berpikir bahwa Lidya itu egois banget simpan kamu untuk dirinya sendiri,” kata Ibu Mertuaku.

“Lha Bu, aku kan nikah sama Lidya, Bu. Bukan sudah seharusnya begitu,” jawabku sambil menahan kenikmatan kocokan demi kocokan yang dilakukan oleh Ibu Mertuaku.

“Hhmmm…!! Betul sayang, tapi gak ada salahnya kan kamu tahu sedikit tentang Ibu dari istrimu,” kata Ibu Mertuaku kembali menepis pendapatku, dengan tersenyum lebar penuh kenakalan.

“Ooohh… sssshhh… Uuuhhh… Apa tuh Bu, yang perlu aku tahu tentang Ibu?” tanyaku sambil mendesah keenakan.

“Disaat Ibu ingin sesuatu yang agak nakal, pasti Ibu bisa mendapatkannya. Apa yang Ibu mau sekarang adalah disetubuhi oleh mu Yuda.. disetubuhi oleh menantuku sendiri!” kata Ibu Mertuaku yang benar-benar mengeluarkan katanya yang nakal.

Matanya menatapku sangat nanar dan penuh nafsu birahi yang saangat tinggi. Dia memandangiku sambil agak meremas batang kontolku dengan sangat gemas.

“Ibu…. Oooouuhh…. Bu…. dengan kata-kata Ibu tadi, apa Ibu tidak takut Dosa… Ooouuhhh…” kataku setengah mendesah.

“Hahahaha… sayang. Hidup ini sangat singkat loh.. kenapa sih kita buang-buang waktu. Ayo sayang, setubuhilah Ibu Mertuamu ini..” jawab Ibu Mertuaku sambil tertawa.

Aku melenguh panjang, merasakan antara keenakan dan mencoba berpikir kembali sebelum ini terjadi, bahwa kejadian ini terjadi begitu cepat. Tidak ada lagi yang bisa kupikirkan, sejauh ini yang bisa kupikirkan hanyalah sebuah fantasi terbesar dalam hidupku yang sedang terjadi. Ibu Mertuaku mulai menghentakan kocokannya dengan perlahan saat kocokan keatas dia menghentakan keatas, saat kocokan kebawah dihentakannya kebawah. Hentakan demi hentakan dari kocokannya membuatku seperti berada pada surga dunia yang sangat indah.

“Sekarang Ibu mau kasih tahu kamu, kalau Ibu ini sangat suka sekali disetubuhi dengan pelan, tapi dengan hentakan yang keras. Aku suka dengan gerakan yang sedikit agak kasar, setelah kita selesai bercinta nanti, Ibu mau merasakan bahwa Ibu benar-benar terasa habis disetubuhi,” katanya.

“Ibu juga suka kan ngomong agak kotor, iya kan?” tanyaku dan kontolku sudah benar-benar tegak dan sangat keras.

“Nah itu dia sayang, Ibu bukan mau bercinta denganmu, tetapi Ibu hanya ingin bersetubuh denganmu sayang. Ibu hanya ingin menyetubuhi menantu laki-laki Ibu!! Kamu harus tahu sayang, binatang bersetubuh untuk berkembang biak, tapi masa-masa reproduksi Ibu sudah berlalu, tapi kalau nafsu birahi Ibu ini akan tetap ada sampai kapanpun Yud,” jelas Ibu Mertuaku.

Ibu Mertuaku berbicara seperti itu kepadaku dengan cara sedikit melakukan desisan dan desahan yang terlihat seperti memimpikan kepuasan secara birahi yang sangat luar biasa sambil dia berjongkok diantara kedua pahaku yang terbuka lebar dengan meremas-remas batang kontolku. Kelakukan Ibu Mertuaku membuatku terdiam bingung ingin menjawab apa dan gusar tidak tertahankan untuk merasakan lubang memek Ibu Mertuaku itu.

“Apa sayang, kamu mau apa sih? Gimana kamu tertarik gak untuk menyetubuhi Ibu yang sekarang sedang menyiksamu ini?” kata Ibu Mertuaku.

Untuk sementara aku terdiam, bingung mau menjawab apa. Tapi sisi liar Ibu Mertuaku sangat membangkitkan gairah birahiku, apalagi perkataannya tentang sex yang sangat membuatku terangsang. Aku belum pernah mengalami rangsangan seperti ini dengan Lidya istrku sekalipun.

Sambil diiringi remasan-remasan yang sedikit agak kasar pada kontolku, dengan hentakan dan kocokannya membuatku tersiksa menahan gejolak nafsu birahi untuk menyetubuhinya yang sudah tidak mungkin aku bendung lagi. Memang kontolku terasa agak sakit dengan kekasarannya, tapi sensasinya membuatku menikmati perlakukan dan gerakan itu.

“Oouuhhh… Aaakkkkhh… Bu…. Aku akan bersetubuh dengan Ibu, kapanpun Ibu mau,” aku menjawab pertanyaan Ibu sambil menikmati siksaan birahi yang dilakukan terhadap kontolku.

Ibu Mertuaku tersenyum dan dia tahu akhirnya dia hampir sukses untuk menggodaku.

“Bilang dong Yud, gimana caranya kontolmu ini menyetubuhiku? Apa yang akan kamu lakukan dengan kontolmu yang sudah berdiri tegak dan keras ini terhadap Ibu Mertuamu ini?” kata Ibu Mertuaku dengan nakal. Cerita Sex Bersambung 2018

Akhirnya aku tahu sekarang, aku harus melontarkan kata-kata kasar ini kepada dia yang aku hormati, segani dan sekarang terlihat seperti pelacur yang siap disetubuhi oleh suami dari anak kandungnya sendiri.

“Aku akan menyodok memek Ibu dengan hantaman kontolku sedalam-dalamnya, dan Ibu akan menikmatinya!! Akan kukocok kontolku ini dalam-dalam di lubang memekmu, PELACUR!!” kataku.

“Ooh yeah… Dasar kamu kontol bajingan, kata-katamu jadi bikin Ibu horny banget deh. Apa cuma ini aja kata-kata berengsek yang bisa keluar dari mulut kamu?” tanya Ibu Mertuaku balik.

“Tunggu aja Bu, dan lihat apa yang akan terjadi nanti,” jawabku.

Sambil kukatakan itu, aku mendorong Ibu Mertuaku kelantai hingga dia agak terduduk akibat doronganku. Terlihat kakinya yang terbuka lebar dan aku langsung mencengkram kedua pahanya agak melebarkannya lebih lebar lagi.

Aku dorong badannya kedepan sampai aku rasakan pinggulku berada pada jarak terdekat dengan lubang memeknya. Aku dapat merasakan kepala kontolku menyentuh itilnya. Aku tahan batang kontolku agar tidak langsung masuk ke dalam lubang memeknya. Aku mulai memegang batang kontolku dan kukocok perlahan, kugesek-gesekkan pada bibir memeknya.

“Memekmu sudah siap belum untuk kutusuk, PELACUR!!” aku tanya Ibu Mertuaku dengan kata-kata yang kasar.

“Aku sudah pernah merasakan yang lebih besar dari ini, BAJINGAN!!” katanya sambil sedikit mendesah dan memajukan pinggulnya.

“Yeahh… aku berani bertaruh, berarti sudah banyakkan yang masukin kontolnya ke memek PELACUR ini.. hehehe,” aku mencoba membalas pertanyaannya.

“Apa kamu bilang? Kalau aku membuka pahaku untuk semua lelaki, katamu BAJINGANKU?”

“Ya. benarkan PELACUR.. kan Ibu tadi bilang pernah rasain yang lebih besar.. hehehe.”

“Yeah.. hehehehe… tapi Ibu yakin kok, pasti ada lelaki yang bisa melakukan ini lebih baik dari kamu… hahahaha.” tertawa Ibu Mertuaku.

Tetapi dia terus mengucilkan hatiku atau dia berkeinginan besar akan kepuasan yang nanti akan kuberikan kepadanya. Aku sudah tidak sabar lagi memposisikan kontolku di depan gerbang kenikmatan itu. Bibir memeknya sudah terlihat sangat basah dan siap menerima hujaman dari kontolku.

“Aaahh.. berisik banget sih Bu.. Dasar PELACUR.. mending rasain ini…!!” Aku katakan sambil mendorong maju pinggulku dengan sekali hentakan yang menyebabkan kontolku masuk sedalam 3 inci kedalam memek Ibu Mertuaku dan aku dapat merasakan bahwa ini belum masuk sepenuhnya.

Kutarik lagi kontolku secara perlahan dan ku hujamkan lagi, kali ini kontolku dengan hentakan yang lebih keras dari hentakan awal. Kurasakan memeknya yang memang terasa masih sempit walau dengan hempasan keras kontolku. Aku masih merasa belum sepenuhnya masuk.

Dengan hujaman kontolku yang agak kasar, kulihat Ibu Mertuaku menjerit, entah kesakitan atau menikmati dan kulihat kuku jarinya mencakar, mencengkram karpet yang menjadi alas persetubuhan kami di lantai. Lalu baru kusadari bahwa teriakannya adalah sebuah jeritan dari dampak kenikmatan birahi sebuah sensasi benturan yang sangat kuat dari kontolku terhadap lubang memeknya yang sangat tiba-tiba dan terasa agak mendadak.

“Aaakkkhh…. Ssssshhh… Eemmmhhh…. iya sayang masukin kontolmu yang dalam ke lubang memek Ibu. Setubuhi Ibu sayang!!! Berikanlah Ibu Mertuamu ini kepuasan yang terbaik!!” keluarlah kata-kata dan jeritan mendesah dari mulutnya.

Kutindih tubuhnya yang sangat seksi dan sangat menggiurkan itu. Dengan menindih tubuh Ibu Mertuaku, aku memberikan respon atas perkataannya. Kulanjutkan pompaan penetrasi pada memek Ibu Mertuaku yang makin basah berlendir dengan hujaman-hujaman yang cukup keras dan bertenaga dengan sangat perlahan dan semakin dalam tiap hujamannya.

Hentakan demi hentakan yang semakin dalam kuberikan dari kontolku pada memek Ibu Mertuaku, Susanti, memberikan sensasi tersendiri yang sangat luar biasa yang dapat kurasakan. Setiap hentakan membuat Ibu Mertuaku menjerit kesakitan, mendesah keenakan dimana rasa itu bercampur menjadi satu untuk dia rasakan.

Tubuhnya pasrah menerima hujaman dan tikaman dari menantunya. Wajahnya sedikit memerah menahan rasa sakit pada memeknya yang memang aku hantam sangat keras dengan kontolku. Siksaan demi siksaan birahi dari nafsu persetubuhan yang kami lakukan membawa kenikmatan tersendiri bagi dirinya dan kepuasan bagiku dengan melihat wajahnya yang sangat cantik seksi dan menawan akhirnya dapat kusetubuhi anganku terwujud.

Ibu Mertuaku seperti ketagihan akan rasa sakit dan nikmat yang dia rasakan sewaktu kontolku keluar masuk ke dalam lubang memeknya. Dalam beberapa detik akhirnya memek Ibu mertuaku mulai agak melonggar dan terasa tidak terlalu sempit lagi. Akhirnya bisa menerima kontolku seutuhnya di dalam lubang memeknya dan tubuhnya mulai mengikuti irama hentakan penetrasiku maju mundur.

Tiap gerakan kami nikmati dengan penuh konsentrasi dan tiap gerakan juga menciptakan bunyi seperti tepukan antara basahnya kulit yang beradu akibat benturan demi benturan yang tercipta. Menambahkan sensasi persetubuhan tabu yang sangat terlarang ini makin nikmat dan tidak ternilai keindahannya antara diriku dan Ibu Mertuaku.

Melihat kebawah kearah tubuh Ibu Mertuaku yang sangatt menggoda, aku merasakan suatu nafsu dari gairah keintiman yang mendadak secara tiba-tiba muncul untuk mencium Ibu Mertuaku. Kumajukan sedikit wajahku kearah bawah searah dengan wajah Ibu Mertuaku.

Dengan posisi kontolku tetap melakukan sodokan pada memeknya, kutatap matanya tanpa basa basi langsung kukecup bibirnya yang bergincu merah muda. Kulumat bibirnya dengan sedotan-sedotan penuh nafsu. Dengan hisapan bibirku terhadap bibirnya, Ibu mertuaku bereaksi dengan melingkarkan kedua lengannya kepunggungku dan memelukku dengan sangat erat. Susanti mendekapku sangat erat penuh dnegna nafsu binatang, dia membalas tiap ciuman yang kulakukan dengan penuh kegilaan.

Persetubuhan ini telah dimulai dengan sangat erotis sensasional dan penuh dengan kenikmatan dosa yang sangat berbirahi tinggi antara aku dengan Ibu Mertuaku. Kujejalkan lidahku ke dalam mulutnya sampai dengan ketenggorokannya. Ibu mertuaku membalas dengan menghisap lidahku dengan penuh nafsu.

Mata Ibu mertuaku terpejam menikmati digauli oleh menantunya, dan mungkin dia membayangkan bahwa lidahku adalah kontol yang sedang merogoh masuk kedalam mulutnya.

Kami bercium, menghisap, menjilat dan menggoda satu sama lain. Gairah dari nafsu birahi kami mulai memuncak, suara-suara desahan, keenakan, jeritan kami memenuhi seluruh ruangan tengah, dimana tempat kami sedang bersetubuh.

Beberapa saat persetubuhan kami, aku merangkul erat tubuhnya dan memutar posisi kami tanpa melepasakan penetrasi antara kontolku dan memeknya. Sekarang Ibu mertuaku berada diatasku dan aku bisa melihatnya lebih liar, seperti pelacur yang sedang beraksi.

Gairah persetubuhan terus berlanjut, Ibu mertuaku mulai merebahkan tubuhnya diatas tubuhku dan mukanya bertumpu pada pundakku yang dimana wajahnya menjadi tepat disebelah pipiku. Dia memerintahkanku untuk mencium kembali bibirnya, perintahnya langsung kulakukan dengan mendekap erat tubuhnya.

Tiba-tiba Ibu mertuaku menarik bibirnya dari bibirku, dan kembali duduk diatasku bertumpu pada lututnya. Dia sedang merasakan kenikmatan dari kerasnya batang kontolku yang seutuhnya ada di dalam dirinya di dalam memeknya yang masuk sangat dalam.

Dapat kurasakan kontolku menyentuh dinding rahimnya, dimana tempat istriku Lidya dikandungnya selama 9 bulan, tetapi karena sekarang Ibu Mertuaku berada diatasku sepertinya sekarang dia ingin mengendalikan sepenuhnya persetubuhan ini.

Dengan gayanya yang sudah pasti bagaikan pelacur tingkat tinggi, ibu mertuaku meremas-remas kedua payudaranya dengan kedua tangannya sambil menaik turunkan badannya memompa memeknya terhadap kontolku. Ketebalan kontolku tenggelam dilahap oleh memek Ibu Mertuaku, dan aku mulai merasakan cairan memek Ibu Mertuaku mulai mengalir keluar melalui sela-sela antara batang kontolku dan bibir memeknya.

Aku berbaring santai saat itu penuh dengan relax memandang keatas kearah ibu mertuaku, memuaskan birahiku dengan memandangi pemandangan yang sangat luar biasa yang baru kali ini alami seumur hidupku. Sepasang payudara wanita berumur yang masih sangat indah bergabung dan bergoyang naik turun yang terlihat dari dalam pakaiannya yang sangat halus menerawang.

Payudaranya membuatku menjadi membayangkan sebuah gelombang, sebuah gelombang payudara yang cukup berisi dan padat yang siap timbul ke permukaan. Ku raih payudara Ibu mertua itu, kuremas dengan telapak tanganku satu demi satu.

Kunikmati sensasi itu, impianku selama ini yang akhirnya terwujud, payudara yang indah yang masih terlihat seperti wanita yang sedang menyusui, masing sangat montok sekali dan sangat natural.

“Iya sayang, kaya gitu, pegang terus payudara Ibu, selagi aku menaiki kamu…. aaakkkhh sayang… Ooohhh…. Aaaaa…. sayang….. aku mau kamu sepenuhnya sayang, seutuhnya…. Ibu mau setiap incinya dari kontolmu memenuhi memekku… Aarrrgghhh…”

Ibu mertuaku terlihat seperti akan mencapai orgasmenya, tubuhnya tegang dan makin liar seperti binatang. Tubuh Ibu mertuaku maju sedikit agak membungkuk dan memindahkan tangannya keatas dadaku dan mencengkram erat dadaku dengan cakarannya dan berpindah lagi ke lantai bersamaan dengan tubuhnya yang mulai menggerakan pinggulnya dengan cepat, sangat menggebu-gebu agak kasar.

Nafasnya mulai tidak teratur seiring dengan kocokan memeknya terhadap kontolku naik turun yang memang rasanya sangat luar biasa.

“Oooohhh… sayang….. aku sebentar lagi nih… Uuuuhhhhh…. aaarrgghhh…. sangat-sangat gak tahan nih Ibu..!! Buat aku puas sayang… buat aku orgasme…. setubuhilah ibu mertuamu yang sekarang menjadi PELACURmu yang binal, dan puaskan ibu sayang….!!” erang Ibu mertuaku.

Kuraih lagi kedua payudaranya dengan kedua telapak tanganku, kujepit putingnya dengan jari-jariku sambil kuremas payudaranya, yang mengakibatkan Ibu mertuaku menjerit nikmat.

“Iya Bu.. nikmat Bu, semprotin cairan orgasme Ibu ke kontolku biar aku bisa rasakan memek Ibu lebih nikmat lagi!!”

Beberapa kalimat yang terlontar dari mulut Ibu Mertuaku. Bola matanya terpejam dibalik kelopak matanya, tubuhnya seperti menjadi kaku, memeknya mengejang sangat hebat, mulutnya terbuka tidak karuan merancau.

Beberapa detik kemudian Ibu mertuaku mendesah, mengerang hebat, tubuhnya bergetar, seperti anjing betina yang sedang melonglong disetubuhi pejantannya, dan aku langsung bisa merasakan hangatnya cairan memek Ibu mertuaku yang sebenarnya. Cairan surgawi Ibu mertuaku yang mengalir menelusuri batang kontolku yang masih tertancap di memeknya.

Akhirnya tubuh Ibu mertuaku merosot tumbang ke dadaku, tubuhnya masih sedikit bergetar agak gemetaran efek dari orgasme yang baru dialaminya tadi. Ibu Mertuaku mendesah dengan sedikit mengerang halus ke kupingku sebagai tanda bahwa dia telah mencapai puncak kenikmatan orgasme dari persetubuhan yang kami lakukan.

“Oooh… sayang… ampun…. itu tadi benar-benar surga… Ibu merasa seperti di surga…” desahan yang keluar dari mulut Ibu Mertuaku.

Aku berpikir bahwa urusanku belum selesai jika dia sudah aku belum. Memang kurasakan tubuh Ibu mertuaku sudah sangat lemas lunglai dan merosot diatas tubuhku, tetapi kontolku masih berdiri tegak dengan kerasnya didalam memeknya.

Sudah sampai sejauh ini tindakan dari kami berdua dan aku juga harus mendapatkan kepuasan darinya. Dan ini adalah penentuanku untuk segera mengisi penuh rahimnya dengan spermaku, sebelum dia tersadar dari kelemasannya.

Dengan mendekap erat kembali tubuhnya, segala sisa kekuatanku kubalikan kembali posisiku seperti awal dengan posisi sekarang berada diatas Ibu Mertuaku. Hal ini ternyata tidak diperkirakan dan tidak seperti yang Ibu mertuaku harapkan.

Dan seperti yang sudah terjadi dengan keadaannya dibawahku, Ibu Mertuaku mulai merasakan kembali serangan dan hujaman secara penuh kontolku kedalam lubang memeknya.

“Ya ampun sayang… sudah dong… jangan lagi… plisss!!” dia memohonku.

Aku sama sekali tidak memperdulikan perkataannya. Aku selipkan tanganku ke bawah masing-masing pahanya dan secepat mungkin mengangkat pahanya keatas dan membuka lebar sampai dengkulnya hampir saja menyentuh payudaranya.

Sesegera mungkin aku tancapkan dalam-dalam kontolku ke dalam memek Ibu mertuaku sampai kurasakan kembali dinding rahimnya yang menyentuh kepala kontolku, dan aku kembali merasakan nikmatnya keluar masuk kontolku di memeknya yang masih terasa agak basah tetapi juga agak keset dan disitulah letak kenikmatannya.

“Tidak sayang…. jangan… plis….” ibu mertuaku sudah kehabisan tenaga.

Tanpa mendengarkan perkataannya, tanpa ampun kuhentakkan kontolku yang masih memompa keras ke dalam memeknya secara kasar dan kali ini temponya sangat cepat. Kumasukan lagi, lagi dan lagi tanpa menghiraukannya.

“Yud.. Yud… jangan lagi… sayang…. Oooohhh… Aaakkkkhhh….” Ibu mertuaku kembali mengerang keenakan seiring dengan dirinya mendekati orgasme untuk kedua kalinya.

Kutekan kebawah sekuat tenaga tubuhku menindih paha Ibu mertuaku yang sudah terbuka lebar hingga hampir menyentuh payudara Ibu mertuaku. Dan posisi ini adalah posisi yang paling sempurna untuk melepaskan spermaku ke dalam rahim Ibu mertuaku.

“Ooohhh…. bajingan kamu Yud…. Aaaakkkhh…. cepat Yud…. Aaakkkhhh….” Ibu Mertuaku mencoba mengangkat tubuhku dengan sekuat tenaganya karena daya dorong tubuhku yang terlalu kuat, dan efek dari orgasmenya yang kedua kembali merasakan kenikmatan, semua syaraf seperti bersetruman satu sama lain.

Tetapi tubuhku tetap memompa dirinya, mungkin Ibu mertuaku berpikir aku menggunakan kontolku dengan sangat kasar kepadanya dan mungkin dia menyukainya, kulakukan kontolku untuk menghujam memeknya seperti mau menombak lantai.

Akhirnya aku memuncratkan cairan spermaku ke dalam rahim ibu Mertuaku, dimana tempat istriku Lidya lahir dulu. Dan akhirnya Ibu mertuaku akhirnya bisa mendengar erangan hebat yang keluar dari mulutku.

Ibu mertuaku mulai merasakan tubuhku melemas dan kupingnya bisa mendengar desahan kepuasan yang keluar dari mulutku dan aku sangat yakin bahwa Ibu mertuaku dapat merasakan ledakan yang menyemprotkan benih kehidupan yaitu cairan putih kental yang membanjiri rahimnya.

Ibu mertuaku pun bisa merasakan tubuh menantunya seperti tumbang diatasnya dan mulai melemas. Otot-totoku mulai relax ekmbali, aku merosot merebah ketubuh Ibu mertuaku dan kejadian ini akhirnya berakhir.

Kucabut kontolku dari memek Ibu mertuaku dan aku pindah berbaring di sebelahnya dan sedikit melakukan percakapan selepas permainan sex terlarang ini. Dengan sedikit percumbuan mesra yang kadang masih kami lakukan sesekali.

Ciuman ringan sesekali kukecupkan di bibir Ibu mertuaku, dan juga bergantian. Pada akhirnya kami berdua menyadari bahwa di malam yang basah dan dingin ini, dengan semua kejadian yang telah terjadi merubah hubungan aku dan Ibu mertuaku. Antara mertua dan menantu, entah menjadi apa. Yang pasti kami tahu sama tahu dan mau sama mau. Di lain waktu kadang kami melakukan kembali jika memang keadaan sedang mendukung.

— S E L E S A I —

Jangan lupa di share ya Selingkuh Dengan Ibu Mertuaku yang Bahenol Part 2 …. Dibaca juga Selingkuh Dengan Ibu Mertuaku yang Bahenol Part 1 ….. Dan nantikan cerita-cerita yang lebih horny dan sange dari kami www.ceritapv.com selanjutnya. Cerita Sex Sedarah 2018

One thought on “Selingkuh Dengan Ibu Mertuaku yang Bahenol Part 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: