REJEKIPOKER
PERKASA99
BADUTQQ
GADISQQ
BABEQQ
KEPOQQ
BUNGAQQ
TATOQ
BAJUPOKER
SEHATPOKER

Ngentot Tanteku Yang Seksi dan Kesepian

Cerita Sex 2018 – Cerita Penis Vagina adalah cerita sex panas terbaru 2018 dengan Ngentot Tanteku Yang Seksi dan Kesepian. Situs ini dikhususkan untuk orang dewasa saja yang berisikan cerita-cerita seru dan terlengkap untuk usia 18 tahun keatas yang dapat meningkatkan nafsu birahi jika ingin mastrubasi atau bersetubuh dengan lawan jenis anda. Selamat membaca.

Sebelum aku menceritakan kejadian yang aku alami ini, aku akan memberikan sedikit gambaran sekilas tentang Tanteku ini. Perkenalkan dulu namaku Putra, tinggiku 175 cm dengan berat 63 kg dan bertubuh atletis karena aku suka berolahraga seperti basket. Sedangkan tinggi Tanteku yang bernama Devi ini 167 cm, dengan lingkar dadanya yang berukuran sedang dan pantatnya yang montok. Tapi intinya aku kurang tahu persis berapa ukurannya, yang jelas masing-masing bagian tubuhnya sangat montok.

Kejadian itu terjadi pada tahun 2009 di kota Jakarta, ibukota negara kita tercinta Indonesia. Waktu itu aku masih duduk dibangku sekolah 3 SMA di salah satu sekolah di Jakarta. Tapi sekarang aku sudah kuliah di salah satu kampus yang tidak begitu terkenal di Yogyakarta.

Aku memang sudah lama sekali sangat menginginkan tubuh Tante Devi yang montok itu, tapi butuh penantian yang lama sejak aku SMP dan baru kejadian 5 tahun kemudian.

Waktu itu sekitar jam 12 siang hari, matahari benar-benar panasnya minta ampun, terus sepeda motorku mesinnya kepanasan. Wah!! benar-benar apes dah. Tapi akhrinya aku sampai di kost-kostan tempatku tidur setiap harinya dan langsung saja aku ganti baju, terus minum air putih, wuahhh segernya. Lalu tiba-tiba belum kurebahkan badanku untuk beristirahat, handphoneku berdering, ternyata dari Tante Devi.

“Halo Tan, ada apa? jawabku.

“Kamu cepat datang ya!” ucap Tante Devi.

“Sekarang?” tanyaku lagi.

“Iya Iya dong, masa besok, cepat ya!” ujar Tante Devi. Lalu aku bergegas datang ke rumah Tanteku ini.

Sesampainya di sana, kulihat rumahnya kok sepi, tidak seperti biasanya yang sangat rame sekali, lalu kugedor pintu rumah Tante Devi. Tiba-tiba Tante Devi langsung teriak dari dalam, “Masuk saja Put!” teriak Tante Devi. Lalu aku masuk langsung ke ruang TV, terus aku tanya.

“Tante dimana sih?” tanyaku dengan nada agak keras.

“Lagi di kamar mandi, bentar ya Put!” sahut Tante Devi.

Sambil menunggu Tante Devi mandi, aku langsung menghidupkan VCD yang ada di bawah TV, dan menonton film yang ada di situ. Tidak lama kemudian Tante Devi selesai mandi lalu menghampiri aku di ruang TV. Ohh Tuhan!! Tante Devi memakai daster tipis tapi tidak transparan sih, tapi cetakan tubuhnya itu loh, wow! Tapi perlu anda ketahui di keluargaku terutama Tante-tanteku kalau lagi di rumah pakaiannya seksi-seksi.

“Sorry ya Put, Tante lama,” tegur Tanteku.

“Oh, ngak apa-apa Tante!” ujarku rada menahan birahi yang mulai naik.

“Om kemana Tante?” tanyaku.

“Lho, Om kamu kan lagi ke Yogya, ke rumah nenekmu,” jawab Tanteku.

“Memangnya kamu ngak di kasih tahu kalau di Yogya ada orang nikah?” tanya Tante Devi lagi.

“Wahh ngak tahu Tante, Putra sibuk sih,” jawabku.

“Eh Put, kamu ngak sudah tidur di kost ya, temanin Tante di sini, soalnya Tante takut kalau sendiri Put?” kata Tante Devi sedikit merayu.

Wow… mimpi apa aku semalam kok Tante Devi mengajakku tidur di rumahnya, tidak biasanya, pikirku.

“Tante kok ngak ikut?” tanyaku memancing.

“Males Put,” jawab Tante Devi enteng.

“Ohh.. ya sudah, terus Putra tidur dimana Tante?” tanyaku lagi.

“Mmm.. di kamar Tante saja, biar kita bisa ngobrol sambil nonton film. Di kamar Tante ada film baru tuh!” ujar Tante Devi.

Terima Kasih Tuhan, Impianku sudah tercapai. Gila aku tidak menyangka bisa tidur sekamar dengan Tante Devi, satu tempat tidur lagi, pikirku.

“Oke deh!” sahutku dengan girang.

Singkat cerita, waktu sudah menunjukkan pukul enam sore.

“Put… Putra… Sudah mandi belum?” teriak Tante Devi memanggil.

“Bentar Tan!” jawabku.

Memang saat itu aku sedang membersihkan motor, mengelap motor adalah kebiasaanku karena aku berprinsip kalau motor bersih terawat harga jualnya pasti tinggi. Pada saat itu pikiran kotorku dalam sekejap hilang. Setelah mengelap motor, aku bergegas mandi. Di kamar mandi tiba-tiba pikiran kotorku muncul lagi, aku berpikir dan mengkhayalkan memek Tante Devi.

“Gimana rasanya ya?” kataku dalam hati.

Terus aku berusaha menghilangkan lagi pikiran itu, tapi kok tidak bisa-bisa ya. Akhirnya aku mengambil keputusan dari pada nafsuku kupendam terus entar aku macam-macam. Wah, pkoknya bisa gawat. Akhirnya aku onani di kamar mandi, pas waktu di puncak-puncaknya aku onani, tiba-tiba pintu kamar mandi ada yang mengetuk. Kontan saja aku kaget, ternyata yang masuk itu Tante Devi. Mana pas bgul, sedang tegang lagi kontolku, wah gawat!

“Sibuk ya Put?” tanya Tante Devi sambil tersenyum manja.

“Eehh… sorry Tante… lupa ngunci,” jawabku gugup.

Tapi sebenarnya aku bangga, bisa menunjukkan batang kontolku pada Tante Devi. Panjang batang kontolku pas keadaan puncak bisa mencapai 15 cm, pokoknya ukuran luar negerti deh.

“Oh.. ngap apa-apa. cepetan deh mandinya, terus langsung ke kamar ya, ada yang pengen Tante omongin,” kata Tante Devi.

“Ya Tuhan… marah deh Tanteku, wah gawat nih,” pikirku.

Lalu aku cepat-cepat mandi, terus berpakaian di dalam kamar mandi juga, tidak sempat deh melanjutkan onani, padahal sudah di puncak.

Setibanya di kamar Tante Devi, aku melihat Tante memakai celana pendek, sangat pendek, ketat, pokoknya seksi sekali, terus aku bertanya.

“Ada apa Tan, kayaknya gawat banget sih?” tanyaku takut-takut sambil duduk di atas tempat tidur.

“Engak, Tante pengen cerita tentang Om mu itu lho,” ujar Tante Devi.

“Emangnya Om kenapa Tan?” tanyaku lagi.

Dalam hatiku sebenarnya aku sudah tahu Om itu orangnya agak lemah, jadi aku berharap Tante Devi menawarkan memeknya padaku. Dengan seksama aku mendengarkan cerita Tante Devi itu.

“Sebenarnya Tante ngak begitu bahagia sama Om mu itu, tapi dibilang ngak bahagia ngak juga, sebabnya Om mu itu orangnya setia, tanggung jawab, dan pengertian, yang bikin Tante ngomong bahwa Tante ngak bahagia itu adalah masalah urusan ranjang,” ujar Tante Devi panjang lebar.

“Maksud Tante?” tanyaku lagi. Kumpulan Cerita Sex dan Sange 2018

“Ya ampun Putra, masih ngak ngerti juga. Maksud Tante, Om mu itu kalau diajak begituan suka cepat ngedown, nah ngertikan?” tanya Tante Devi meyakinkan aku.

“Oooohh…” ucapku pura-pura tidak mengerti.

“Hhmm.. Put, Mau ngak nolongin Tante?” tanya Tante Devi dengan nada memelas.

“Bantu apa Tan?” tanyaku lagi.

“Kan hari ini sepi, terus Om mu kan ngak ada, juga sekarang Tante lagi terangsang nih, mau ngak kamu main sama Tante?” tanya Tante Devi sembari mendekatkan tubuhnya kepadaku.

Gila! Ternyata benar juga yang aku khayalkan, Tante Devi minta! Beneran? Tapi jangan sampai aku terlihat nafsu juga, pikirku dalam-dalam.

“Tapi Putra takut Tante, nanti ada yang ngeliat gimana?” ucapku polos.

“Lho.. kan kamu ngeliat sendiri, emang di sini ada siapa? kan ngak ada siapa-siapa,” jawab Tante Devi meyakinkan.

“Ya sudah deh,” ujar Tante Devi sambil mulai dengan menempelkan tanganya ke kontolku yang sebenarnya sudah menegang dari tadi.

“Wow… besar juga ya! Buka dong celanamu Put!” ujar Tante Devi mesra.

Lalu kubuka celanaku dengan cepat-cepat dan sekejap pula Tante Devi memegang kontolku yang sudah besar dan menegang keras itu. Sambil mengocok batang kontolku dengan tangan kirinya, tangan kanan Tante Devi memegang payudaranya dan mengeluarkan bunyi-bunyi yang merangsang.

“Eeehhhmmm… Eeehhmm….. besar banget kontolmu Put!” ujar Tante Devi.

Aku tidak terlalu mendengarkan omongan Tante Devi, soalnya aku sudah nafsu sekali. Lalu Tante Devi mulai menempelkan kontolku ke dalam mulutnya, dan dengan seketika sudah dilumatnya batang kontolku itu.

“Oohh… Tuhan! Eehh…. ee… eenak Tante… terus Tan…!” ujarku merasakan nikmatnya kuluman Tante Devi itu.

Tante Devi lalu merebahkan tubuhku di atas ranjang, lalu dengan ganas dia menyedot batang kontolku itu. Lalu dia memutar tubuhnya dan meletakkan lubang memeknya di atas mukaku tanpa melepaskan kontolku dari mulutnya. Dengan sigap aku langsung menjilat lubang memek Tante Devi.

“Aaahh… Put… enak… terus Put…. terus jilat….” erang Tante Devi merasakan keenakan.

Mendengar itu, nafsuku makin bertambah, dengan nafsu yang menggebu, jilatan ke memeknya, kupercepat lagi dan akibatnya Tante Devi mengalami orgasme yang dahsyat, sampai-sampai mukaku kena semprotan cairan kewanitaannya.

“Ooooohhh… Putra…. Tante sayang kamu…. Uuuugghhh…. Ooouuhhh… kamu keponakan Tante paling heee…. baatt…. Aaakkkhh…” puji Tante Devi sambil mengerang merasakan kenikmatan.

Aku merasa bangga karena aku bisa bertahan, lalu aku membalikkan tubuh Tante Devi sehingga dia terlentang. Kuangkat kedua kakinya sehingga terpampanglah lubang memeknya berwarna merah merekah itu.

Sebelum aku mulai ke menu utamanya, pertama aku melucuti pakaiannya lebih dulu. Setelah kubuka, aku mulai memainkan mulutku di puting payudarannya dan kontolku sudah sangat keras dan besar tadi kuletakkan di atas perutnya sambil menggesek-gesekkannya.

Perlahan aku menciumi tubuh Tante Devi dengan arah menurun, mulai dari puting terus ke perut lalu ke paha sampai akhirnya tiba di bibir memeknya. Dengan penuh nafsu aku menjilat, menyedot, sampai menggigit saking gemasnya dan rupanya Tante Devi akan mengalami orgasme lagi.

“Oouuuhh… Put… Tante mau…. mau… kee… keluar…. Aaakkkhh….” erang Tante Devi lagi sambil menjambak rambut kepalaku sehingga wajahku terbenam ke dalam memeknya.

“Put… sudah…. Tante ngak kuat lagi…. Om mu mana bisa kayak gini, sudah dehh Put… langsung saja Tante pengen langsung ngerasaain kontolmu,” kata Tante Devi terbata-bata.

Tubuhnya ku topang dengan tangan kiri, sementara tangan kananku membimbing batang kontolku mencari lubang memeknya. Melihatku kesulitan mencari lubang memeknya, akhirnya Tante Devi yang membimbing untuk memasukkan batang kontolku ke lubang memeknya.

Setelah menempel di lubangnya, perlahan kudorong masuk batang kontolku, dorong itu diiringi dengan desahan Tante Devi.

“Oooohh… terus Put… pelan tapi terus Put… Oooohhh…” desahan Tante Devi begitu merangsang.

Aku sebenarnya tidak senang dengan permainan yang pelan-pelan itu. Akhirnya dengan tiba-tiba dorongan batang kontolku, kukeraskan sehingga Tante Devi teriak kesakitan.

“Aaakkhh… Put…. sakit…. pelan-pelan…. Aaakkkhh…” teriak Tante Devi menahan sakitnya itu.

Dan tidak percuma, batang kontolku langsung terbenam di dalam lubang memeknya itu. Setelah itu batang kontolku aku maju mundurkan perlahan, untuk mencari kenikmatan. Dengan gerakan perlahan itu akhirnya Tante Devi menikmati kembali permainan itu.

“Aaakkhh… terus Put… enak sekali… kontolmu besar sekali… Ooohhhh… lebih enak dari Om mu itu… terus Put…. Uuuhhh…” erang Tante Devi keenakan.

Lalu lama-lama aku mulai mempercepat gerakan maju mundur, dan itu mendapat reaksi yang dahsyat dari Tante Devi. Dia juga mulai memainkan pinggulnya, hingga terasa batang kontolku mulai berdenyut.

“Tan…. aku mau… keluarrr… Aaaakkhhh!” teriakku.

“Di dalam saja Put… Tante… juga… mau… keluar…. Aarrgghhh….”

Akhirnya kami keluar bersama-sama, kira-kira enak kali semprotan aku mengeluarkan sperma.

Setelah itu kucabut batang kontolku dari lubang memek Tante Devi, terus kuberikan ke mulut Tante untuk dibersihkan. Dengan ganas Tante Devi menjilati spermaku yang masih ada di kepala kontolku hingga bersih. Setelah itu Tante Devi pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan aku tetap berada di kamar tiduran melepas lelah.

Setelah Tante Devi selesai membersihkan diri, dia kembali ke kamar dan segera mencium bibirku, lalu dia bilang bahwa selama Om ku di Yogya, aku diharuskan tinggal di rumah Tante Devi dan aku jelas mengiyakannya.

Lalu Tante Devi juga bertanya apakah keadaan kostku bebas, maka kujawab iya. Lalu Tante bilang bahwa kalau misalnya Om ku ada di rumah, terus Tante Devi ingin ngentot denganku, Tante Devi akan mencariku di kost. Aku hanya manggut-manggut senang saja. Demikian pengalamanku dengan Tante Devi sendiri.

— S E L E S A I —

Jangan lupa di share ya Ngentot Tanteku Yang Seksi dan Kesepian … Dibaca juga Cerita Sex 2018 Selingkuh Dengan Polisi Ganteng … Dan nantikan cerita-cerita yang lebih horny dan sange dari kami www.ceritapv.com selanjutnya. Cerita Sex Sedarah 2018

One thought on “Ngentot Tanteku Yang Seksi dan Kesepian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: