REJEKIPOKER
PERKASA99
BADUTQQ
GADISQQ
BABEQQ
KEPOQQ
BUNGAQQ
TATOQ
BAJUPOKER
SEHATPOKER

Ngentot Janda Montok dan Seksi Dikantor Istriku

Cerita Sex 2018 – Ceritapv.com (Cerita Penis Vagina) adalah cerita sex panas terbaru 2018 dengan Ngentot Janda Montok dan Seksi Dikantor Istriku. Situs ini dikhususkan untuk orang dewasa saja yang berisikan cerita-cerita seru dan terlengkap untuk usia 18 tahun keatas yang dapat meningkatkan nafsu birahi jika ingin mastrubasi atau bersetubuh dengan lawan jenis anda. Selamat membaca.

Siang itu pertemuanku dengan klien makan waktu lebih cepat dari perkiraan. Jam masih menunjukkan 11 siang, paling sampai kantor pas jam istirahat dan pasti sudah sepi pada makan siang diluar kantor. Kubelokkan mobilku, dan kutuju satu arah ke kantor Lusi, istriku. Istriku ini adalah seorang wiraswasta yang berkantor di daerah *****

“Eehh… Mas Joni, tumben muncul siang-siang begini?” tanya Citra sekretaris Lusi menyambutku.

“Sepi amat? sudah pada istirahat ya?” sahutku sambil melangkah masuk kantor yang tampak sepi.

“Hhmm.. Lusi ke customer sama Pak Danu, Izal sama Tora nganterin barang dan katanya Lusi sekalian meeting dengan customer. Harjo lagi Citra suruh beli makan siang, tunggu saja Mas diruangan Lusi,” celoteh Citra yang berjalan di depanku memperlihatkan pantatnya yang montok bergoyang seirama dengan langkah kakinya.

Aku masuk ke ruangan Lusi, kujatuhkan pantatku ke kursi direktur yang empuk itu. Dalam hati aku mengutuk habis-habisan atas kesialanku hari ini. Malah sampai disini ketemu sama Citra. Oh ya.. Citra sebenarnya adalah teman Lusi istriku waktu kuliah. Janda beranak 2 ini diajak kerja istriku setelah setahun menjanda. Orangnya cantik, ramah, cuma sebagai lelaki aku kurang menyukai karakternya, terutama dandanannya yang selalu tampak menor.

Dengan tubuhnya yang montok, teteknya yang besar sebanding dengan pantatnya yang juga besar, pokoknya bukan type wanita yang kusukai dan menurutku kulitnya terlalu putih. Jadi tampak kaya orang sakit-sakitan, walaupun kata Lusi, Citra orangnya sangat cekatan dan sangat doyan kerja alias rajin.

Kubuka laptopku dan kunyalakan, kucari-cari file yang kira-kira bisa menemaniku disini daripada aku harus mengobrol sama Citra, yang menurutku bukan teman ngobrol yang asyik. Wow.. dikantong tas laptopku terselip sebuah VCD. Wiw.. film bokep punya Juna ketinggalan disini, lumayan juga buat ngabisin waktuku nungguin Lusi, istriku. Hmm…. Asia Carera, lumayan bikin ngaceng juga setelah kira-kira setengah jam melihat aksi seks Asia Carera melawan aksi kasar Rocco Sifredi.

“Ooo.. Oooo… Mas Joni nonton apa tuuuhh… Sorry Mas Joni mau minum apa? panas, dingin… hihihi… pasti sekarang lagi panas dingin kan?” suara Citra bagaikan suara petir disiang bolong dengan nada menggodaku.

“Ah, kamu bikin kaget saja.. dingin boleh deh, ngak ngerepotin neh?” sahutku sambil memperbaiki posisiku yang ternyata dari arah pintu layar laptopku kelihatan banget. Sial lagi.. ahh… masa bodoh ahh… lagian Citra bukan anak kecil.

Citra masuk ruangan lagi sambil membawa dua gelas es jeruk, “Mas Joni boleh dong Citra ikutan nonton.. mumpung lagi istirahat, kayanya tadi ada Rocco Sifredi yak?” kata Citra sambil cengar-cengir bandel.

“Hah… kamu tahu Rocco Sifredi juga?” tanyaku spontan.

Agak kaget juga ternyata wanita yang tiba-tiba ini jadi tampak menggairahkan sekali di mataku, tahu nama bintang film top bokep Rocco Sifredi.

“Wow.. bintang kesayangan Citra tuhh…” sahut Citra yang berdiri dibelakang kursiku.

“Kamu sering nonton bokep?” tanyaku agak heran, sebab Citra setelah menjanda tinggal dengan orang tuanya dan rumahnya setahuku ditinggali banyak orang.

“Iya, tapi dulu, waktu masih sama berandalan itu,” sahut Citra enteng dan membuatku ketawa geli mendengar Citra menyebut mantan suaminya yang kabur sama wanita lain.

Suasana hening, tapi tidak dapat dielakkan dan disembunyikan nafas kami berdua sudah tidak beraturan, bahkan beberapa kali kudengar Citra menghela nafas panjang. Ciri khas wanita yang hendak mengendorkan syaraf birahinya yang kelewat tegang, dan beberapa kali kudengar desisan lembut seperti luapan ekspresi yang kuartikan Citra sudah larut dalam aksi para bintang bokep dilayar monitor.

Sementara keadaanku tidak jauh beda, celanaku terasa menyempit oleh desakan batang kontolku di selangkangan yang mengeras sejak setengah jam yang lalu dan mulai menyiksaku. Dalam kondisi seperti ini biasanya, aku melakukan onani di kamar mandi atau di ruanganku. Tapi kali ini masak onani di depan Citra? ampun sial lagi!

“Cit.. kamu suka Rocco Sifredi? memang suka apanya?” tanyaku memulai komunikasi dengan Citra yang desahan nafasnya makin memburu tidak beraturan dan sesekali kudengar remasan tangannya seolah gemas pada busa sandaran kursi yang kududuki.

“Hhhmm…  apanya ya? Iiiih… Mas Joni nanyanya sok gak tahu…” sahut Citra sambil mencubit pundakku.

Entah siapa yang menuntun tanganku untuk menangkap tangan Citra yang sedang mencubit. Citra membiarkan tanganku menangkap tangannya.

“Kamu gak capek, berdiri terus.. duduk sini deh?” kataku sambil tetap menggenggam tangan Citra. Kugeser pantatku memberi tempat untuknya, tapi ternyata kursi itu terlalu kecil untuk duduk berdua, apalagi untuk ukuran pantat Citra yang memang besar.

“Pantat Citra besar sih Mas,” kata Citra sambil matanya melempar kerling aneh, yang membuat darahku berdesir hebat.

Akhirnya Citra menjatuhkan pantatnya di sandaran tanganku, Wow… aku dihadapkan pada paha mulus yang bertumpangan muncul dari belahan samping rok mininya dan entah sejak kapan kulit putih ini menjadi begitu menggairahkan dimataku?

Kembali perhatian kami tercurah pada aksi seks dilayar laptop, sesekali remasan gemas tangan lembutnya pada telapak tanganku terasa hangat yang mana tangan kami masih saling menggenggam dan menumpang diatas paha mulus Citra.

“Iiihh… gila… Citra sudah lama ngak nonton yang begini,” kata Citra mendesah pelan seolah bicara sendiri menggambarkan kegelisahan dan kegalauan jiwanya.

“Kalau ngerasain?” tanyaku merespon desahannya tadi.

“Apalagi…” jawabnya pendek serta lirih sambil matanya menatapku dengan tatapan jalang.

Bisa kuartikan tatapannya itu adalah sebuah tantangan, undangan atau sebuah kepasrahan. Kutarik lembut tangannya dan diikuti tubuh montoknya, kini pantat montok Citra mendarat empuk di pangkuanku sedangkan tanganku melingkar di pinggangnya yang ternyata cukup ramping tidak berlemak.

Iblis dan setan neraka bersorak ria mengiringi pertemuan bibir kami yang kemudian saling mengulum dan tidak lama lidah kami saling belit di rongga mulut. Tangan Citra melingkar erat di leherku dengan gemetaran, kulayani serangan panas janda cantik berumur 32 tahun ini, seolah ingin memuaskan dahaga dan rindu dendamnya lewat aksi ciuman panasnya.

Tanganku memang dari dulu terampil memainkan peran jika dihadapkan dengan tubuh wanita, menyusup ke balik blazer hitam yang dikenakan Citra dan terus menyusup sampai menyentuh kulit tubuhnya. Sentuhan pertamaku pada kulit tubuhnya membuat Citra menggeliat resah dan menggerang gemas.

Rangkulan tangannya semakin erat di leherku sementara ciuman bibirnya juga semakin menggila mengecupi dan mengulumi bibirku. Tanganku mulai merambah bukit dadanya yang memang luar biasa montok, yang jelas ukurannya besar, sebab buah dada Lusi, istriku yang berukuran 36B jauh tidak semontok buah dada Citra.

Tiba-tiba Citra meronta keras, saat tanganku meremas lembut buah dadanya yang mengeras akibat terangsang birahi tinggi.

“Oooh… Mas Joni…. sudah Mas…. Hhh.. hhh… hhhh… Jangan Mas…. Citra tidak mau menyakiti Lusi.. Ooohh…” katanya diantara desah nafas birahi ini tidak kuhiraukan dan rontaan kerasnya tidak berarti banyak buatku. Tanganku yang melingkar dipinggangnya tidak mudah untuk dilepaskan.

“Ada apa dengan Lusi? Ga akan ada yang merasa disakiti atau menyakiti selama ini jadi rahasia… Ayo sayang waktu kita tidak banyak.. nikmatilah apa yang kamu ingin nikmati,” bisikku lembut di sela-sela aksi bibir dan lidahku di leher jenjang berkulih bersih milik janda cantik montok ini.

“Ammpun Mas… Oooohhh… Citra gak tahan…. Uuuuggghhh…” rengek Citra memelas yang tidak mampu membendung nafsu birahi yang mendobrak hebat pertahanannya.

Blazer hitam yang dikenakan Citra sudah teronggok dibawah kursi putar yang kami gunakan sebagai ajang pergulatan. Dibalik blazer hitam, tubuh montok berkulit putih mulus itu hanya mengenakap penutup model kemben berbahan kaos, sehingga dari dada bagian atas sampai leher terbuka nyata.

Bergetar-getar detak jantungku menyaksikan pemandangan ini. Buah dadanya yang montok dengan kulit putih bersih, mulus sekali sehingga urat-urat halus berwarna kebiruan tampak dipermukaan. Buah dada montok yang sedang mengundang nafsu birahi itu tampak mengeras, memperlihatkan lembah yang dalam di tengahnya. Tampak bergerak naik turun seirama dengan nafas birahinya yang mendengus-dengus tidak beraturan. “Iiih… menggemaskan sekali… bukan main!” gumamku dalam hati.

Begitu kaos berbahamn tipis itu kupelorotkan ke bawah, munculah keindahan yang menakjubkan dari sepasang bukit payudara yang asli montok dan sangat mengkal, hanya tertutup BH mini tanpa tali, sewarna dengan kulit mulusnya.

“Oooohh… Maaaasss…” desahnya lirih.

Ketika BH terakhir penutup payudaranya meninggalkan tempatnya dan secara refleks Citra menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya. Tapi dimataku adegan itu sangat sensual, apalagi dengan ekspresi wajahnya yang cantik sebagian tertutup rambutnya yang agak acak-acakan. Matanya yang melek merem menatapku dengan makna yang sulit ditebak. Cerita Sex 2018 Selingkuh

“Mass…. jangannn teruskan…. Citra takut Lusi datang… Aaakkkhhh….” bisiknya dengan suara tanpa ekspresi.

Tapi aku sudah tidak mampu mempertimbangkan segala resiko yang kemungkinan muncul nantinya. Lembah payudara Citra yang dalam itulah kini menggodaku, maka kubenamkan wajahku ke dalamnya. Lidahku terjulur melucuti permukaan kulit halus beraroma parfum mahal itu, spontan tubuh bahenol di pangkuanku itu bergerak-gerak liar seperti ikan kehilangan air. Ditambah amukan janggut dan kumisku yang sudah 2 hari tidak tersentuh pisau cukur.

“Aaaammmmpunnn…. Maaasss…. Iiihhh.. geli…… Aaaahhh… Mmhhh….. Uuuhhhh….” rengek dan rintihannya sambil memperlihatkan tubuh indahnya itu.

Wow… jari-jari tangannya mulai mencari-cari dan menemukannya di selangkanganku. Gumpalan besar yang menggembungkan celanaku itu diremas-remasnya dengan gemas. Sementara aku sedang mengulum dan memainkan lidahku di puting susunya yang sudah menonjol keras berwarna coklat hangus.

Tanganku bergerak masuk ke dalam rok mininya yang semakin terangkat naik dan kudapatkan memeknya yang tertutup celana dalam putih dan kurasakan pada bagian tertentu sudah basah kuyub. Citra tidak menolak ketika celana dalam itu kupelorotkan dan kulempar entah jatuh kemana. Citra mengerang keras dengan mata membelalak, ketika jariku membelah bibir memeknya yang sudah sangat basah sampai ke rambut kemaluannya yang rimbun.

Bibir cantik yang sudah kehilangan warna lipsticknya itu gemetaran layaknya orang kedinginan. Terdengar suara turunan resleting celanaku, ternyata jemari tangan Citra membuka celanaku dan menyusup masuk kedalam celana kerjaku. Kulihat matanya berbinar dan mulutnya mendesis seolah gemas, ketika tangannya berhasil menggenggam batang kontolku. Sesaat kemudian batang kontolku sudah mengacung-ngacung keras di sela bukaan resleting celanaku dalam genggaman tangan berjari lentik milik Citra. Makin lebar saja mata Citra yang menatap jalang ke batang kontolku yang sedang dikocok-kocoknya lembut.

“Aaaakkhh… Mas Joni… mana mungkin Citra sanggup menolak yang seperti ini… eeehhhmm….. lakukan Mas… Oooohhh…. tolong bikin Citra lupa segalanya Mas… Citra gak tahann….” katanya sambil mendesis bernada penuh kepasrahan, namun matanya menatapku penuh tantangan dan ajakan.

Kurebahkan tubuh montok Citra di meja kerja Lusi yang lebar setelah kusisihkan beberapa kertas file dan gelas minum yang tadi ditaruh Lusi diatas meja itu. Sementara laptopku masih terbuka dan adegan seks dilayar monitornya, lalu jari tengahku tidak berhentinya keluar masuk di lubang memek Citra yang sangat basah. Mungkin kata orang, cewek yang berkulit putih cendering lebih gampang basah lubang memeknya, seperti halnya Citra.

Cairan lubang memeknya yang licin kurasakan sangatlah banyak sampai ada tetesan yang jatuh diatas meja. Citra sudah mengangkangkan kakinya lebar-lebar menyambut tubuhku yang masuk diantara kedua selah pahanya. Aku berdiri menghadap pinggiran meja, dimana memek Citra terpampang. Tubuh Citra kembali menggeliat erotis disertai erangan seraknya ketika kontolku mengoles-oles belahan memeknya, sesekali kugesek-gesek ke itilnya yang membengkak keras sebesar kacang tangah yang kecil disela-sela bukit memeknya yang diselimuti rambut-rambut kemaluan yang tercukur rapi.

“Ayo Mas…. lakukan sekarang… Citra gak tahan…. Aaakkhh…” rengek Citra memelas.

Bibir cantik itu terbuka tidak bersuara, matanya merem melek itu membelalak lebar dengan alis bertanda gelisah, ketika kontolku membelah bibir memeknya dan menerobos masuk ke lubang memeknya. Kurasakan kepala kontolku kesulitan menembus lubang memek Citra yang sudah berlendir licin. Tubuh Citra menegang hebat diiringi erangan keras ketika kontolku memaksa otot lubang memeknya menembus masuk lebih dalam lagi.

Kedua tangannya mencengkram keras lenganku, sewaktu pelan-pelan tapi pasti batang kontolku menerobos masuk ke lubang memek Citra yang terasa menyedot-nyedot kuat kontolku. Baru tiga perempat masuk batang kontolku, kepala kontolku sudah menabrak mentok ke dasar lubang rahimnya yang sempit itu. Kembali tubuh montok Citra menggeliat merasakan sodokan mantap pada ujung leher rahimnya. Sepasang kaki Citra membelit erat pinggangku sehingga menahan gerakku. Bibir cantik yang gemetaran itu tampak tersenyum dengan mata berbinar aneh.

“Oooohh… Mas Joni… tahu kenapa Citra suka Rocco Sifredi?” bisik Citra dengan tatapan mata mesra. Kujawab dengan gelengan kepalaku.

“Perih-perih nikmat… kaya sekarang ini… Citra pengen disetubuhi Rocco Sifredi… Ayooo Mas…. beri Citra kenikmatan yang indah…” bisik Citra sambil mengedip matanya penuh arti dan belitan kakinya di pinggangku dilonggarkannya, pertanda aku boleh mulai memompa batang kontolku ke lubang memeknya.

Kembali suara erangan dan rintihan Citra yang sensual mengiringi ayunan batang kontolku yang pelan dan kalem keluar masuk lubang memeknya dan kurasakan sangat menggigit saking sempitnya. Walaupun produksi lendir pelicin memek wanita bertubuh montok ini luar biasa banyaknya, sampai berlelehan ke meja kerja yang jadi alas tubuhnya. Cerita Sex Ngentot Teman Istriku Dikantor

“Punya kamu sempit banget.. Cit… aku seperti menyetubuhi perawan…” bisiku mesra tampak membuat janda beranak dua itu berbunga hatinya dan wajahnya tampak berseri bangga.

“Punya Mas Joni aja yang kebesaran… kayak punya Rocco Sifredi… Citra suka sama yang begini… gemesssiin.. Aaaahhhh…. Uuuuhhhhh… Maaassss…..” belum selesai kata yang ingin diucap Citra, kupercepat ayunan pinggulku membuat mata Citra kembali merek melem dan bibirnya meringis memperlihatkan gigi indah yang beradu mengeluarkan desis panjang.

“Terrrruusssss… maaaass…. aaammpunnn…. nikmatt bukan main…. Oooohh… Aaaaahhh…. Uuhhh….” ceracaunya dengan suara setengah berbisik.

Sesaat kemudian aku merasakan serangan balasan dari Citra. Dengan tubuh janda cantik ini memutar pinggulnya, pinggangnya yang ramping bergerak menjadi engsel. Luar biasa nikmat yang kurasakan di tengah siang hari ini. Suara berdecakan yang semakin keras di selangkangan kami menandakan semakin banjirnya lendir persetubuhan dari lubang memeknya Citra. Wajah cantik Citra semakin gelisah, mulutnya komat-kamit seolah ingin mengatakan sesuatu, tapi tidak ada suara yang keluar dan hanya desahan dan erangan yang keluar. Alisnya yang runcing semakin berkerut, apalagi matanya yang kadang membelalak lebar kadang menatapku dengan sorot mata gemas.

“Oooouuhhhh…. massss….. Cii..tra…. ngak tahan…. Aaaakkkhh….” kegelisahan dan keresahannya berujung pada rengekan panjang seperti orang menangis dibarengi dengan pinggul yang diangkat didesakan ke arahku bergerak-gerak liar.

aku tanggap dengan situasi wanita yang dihajar nikmatnya orgasme, segera kuayunkan batang kontolku menembus lubang memeknya sedalam-dalamnya dengan kecepatan dan tenaga yang kutambah. Akibatnya tubuh Citra semakin liar bergerak diatas meja kerja Lusi. Kepalanya digeleng-gelengkan dengan keras ke kanan dan ke kiri sehingga rambutnya semakin berantakan diwajahnya.

“Aaammmpunn….. Ooouuhhh….. Eeeehhmmm….. nikmatttttnnya…. Oooohhhh…” suara Citra seperti menangis pilu.

Ya ampun, kurasakan nikmat bukan main. Dinding memek wanita yang tengah mengalami orgasme itu seakan berdenyut-denyut menjepit erat batang kontolku, kemudian mengembang lagi. Denyutan itu terasa sambil tujuh kali dan membuatku sejenak menghentikan kocokan kontolku. Pada posisi di kedalaman yang paling dalam di lubang memeknya, tubuh Citra tergolek lemas.

Nafasnya tersengal-sengal, tampak dari gerakan dada montoknya yang naik turun tidak beraturan. Wajahnya yang miring ke samping kanan tampak kulitnya berkilat basah oleh keringat birahinya, sementara matanya merem melek tebal itu tampak terpejam seperti orang tidur. Rambut panjang yang dicat blondie tampak kusut dan sebagian menutupi wajah cantiknya.

Kira-kira setelah dua menit batang kontolku mengeram tidak bergerak di lubang memeknya yang semakin basah. Dengan gerakan lembut kembali kugerakkan pinggulku mengantarkan sodokan ke lubang memek Citra. Tubuh montok itu kembali menggeliat lemah sambil mulutnya mendesis panjang. Citra membuka matanya yang kini tampak sayu.

“Oooouuhhh… luarr…. biasa….” desah Citra sambil tersenyum manis.

Kedua tangannya meraih leherku dan menarik ke arah tubuhnya. Tubuhku kini menindih tubuh montok Citra yang memeluk tubuhku erat sekali sehingga bukit payudaranya tergencer erat oleh dada bidangku, seolah balon gaas mau meletus. Tidak hanya itu, sepasang pahanya dilingkarkan di pinggangku dan saling dikaitkan di belakang tubuhku.

Wow… leherku disosornya dengan jilatan dan kecupan nakal bertubi-tubi menghajar leher dan daun telingaku. Terdengar dengus nafasnya sangat merangsangku, aku dibuatnya mengerang oleh aksinya.

“Ayo sayang… tuntaskan hasratmu… Citra boleh lagi engak?” bisiknya manja sambil bibirnya mengulum nakal daun telingaku.

Kurasakan pantat montok Citra bergerak naik turun mengenjot hebat batang kontolku yang terjepit di lubang memeknya. Sejenak kunikmati gerakan itu tanpa balasan karena kuhentikan ayunan kontolku.

“Kamu ingin berapa kali?” sahutku berbisik tapi sambil mengayunkan batang kontolku dalam sekali.

“Eeeeehhh….. Sampai pingsan Citra juga mauuuuu…. Aaakkkhh…” jawabnya sambil terhentak-hentak akibat sodokkan kuat dan cepat.

Aku mengakui kelihaian janda 2 anak ini dalam bersetubuh, keahliannya memainkan kontraksi otot-otot perutnya yang menimbulkan kenikmatan luar biasa pada batang kontolku yang terjebak di lubang mememknya yang basah. Teknik bercintanya memang benar-benar canggih. Lusi, istriku wajib berguru pada Citra, pikirku. Tapi rupanya Citra tidak mampu berbuat banyak menghadapi permainanku yang ganas dan liar itu.

Setelah pencapaian orgasmenya yang ketiga, wajah Citra semakin pucat, walaupun semangat tempurnya masih besar. “Ooohhh…. Tuhan…. Ayyooo… sayang…… Citra masih kuat…” desisnya berulang-ulang sambil pantatnya bergerak liar mencoba memberikan perlawanan.

Aku tidak ingin memperpanjang waktu, walau sebenarnya masih belum ingin mengakhiri, tapi waktu yang berbicara. Hampir 2 jam aku dan Citra berpacu birahi diatas meja kerja Lusi. Aku mulai berkonsentrasi untuk mencapai akhir orgasmeku. Aku tidak peduli erangan dan rintihan Citra yang memilukan akibat sodokanku yang kuat.

“Oooohhh….. Oooouuhhh…. Sayang…. keluarkan…. diii… mulutku…. yahh…… Ooouuhhh…” sebagai wanita yang berpengalaman Citra tahu gelagat aku ingin keluar.

Dia pun mempercepat gerakannya dengan goyangan dan genjotan yang dahsyat. kuku jarinya yang panjang menggelitiki dada bidangku dan aku mengeram panjang sebelum mencabut batang kontolu dari lubang basah di tengah memeknya Citra. Dengan lincah Citra mengatur posisinya sehingga kepalanya menggantung terbalik keluar dari meja, tetap didepan kepala kontolku yang sedang mengembang siap menyemburkan cairan kental sewarna susu.

Citra membuka mulutnya lebar-lebar dan lidahnya terjulur keluar untuk menggapai ujung kepala kontolku. “AAaakkkhhh!!! ” ledakan pertama mengantarkan semprotan spermaku menyembur lidah dan rongga mulutnya. Aku sendiri tidak menyangka kalau sebegitu banyak spermaku yang tumpah, bahkan sebelum semburan berakhir dengan tidak sabar batang kontolku disambar dan dikulum, disedot habis-habisan.

Citra duduk diatas meja sambil merapikan rambut blondienya yang kusut, sementara aku terduduk di kursi putar.

“Wajah kamu alim ternyata mengerikan kalau sedang ngentot Mas?” kata Citra sambil menatapku dengan pandangan gemas senyum-senyum jalang.

“Siang ini aku ketemu singa betina kelaparan,” sahutku lemas.

“Salah Mas.. yang benar kehausan. sperma Mas Joni bikin badanku terasa segar.. hahahaha…” sambut Citra sambil tertawa.

“Waahhh… mati aku Mas. Lusi datang tuhh…!”

Tiba-tiba Citra terkejut turun dari meja dengan wajah pucat, buru-buru merapikan pakaian sekenanya dan langsung cabut keluar ruangan. Aku pun segera melakukan tindakan yang sama. Wahh… diatas sepatuku ada celana dalam putih milik Citra, segera kuabil dan masukan ke tas laptop. Dan aku segera masuk ke kamar mandi yang ada di ruang kerja Lusi.

“Yang… sayang….. bukain dong…” suara Lusi sambil mengetuk pintu kamar mandi.

“Hei… bentar sayang… dari mana saja?” sahutku setengah gugup dari dalam kamar mandi.

Ketika pintu kubuka, Lusi langsung menerobos masuk.. Busyett.. Lusi menindihku dan aku dipepetin ke wastafel dan aku makin gugup.

“Ssshh…. untung kamu datang sayang… gak tahu mendadak aja, tadi dijalan aku horny berat,”

Tanpa basa basi lagi celanaku dibongkarnya dan setelah batang kontolku yang masih loyo itu didapatnya, segera istriku ini berlutut dan melakukan oral sex serta membangunkan kejantananku yang baru mau istirahat. Tanpa membuka pakaiannya Lusi langsung membelakangiku sambil menyingkap rok kerjanya sampai ke pinggang, pantat Lusi kalah montok dibandingkan punya Citra. Namun bentuknya yang bulat, mengkal sangat seksi dimataku. Sesaat kemudian CD G-string dan stoking Lusi sudah lolos dari tempatnya.

“Ayo sayang… hajar memekku dari belakang…” dengan suara dengus nafas penuh birahi Lusi mengangkangkan kakinya sambil menunggingkan pantatnya.

Memang istriku akhir-akhir ini sangat menyukai gaya doggy-style, katanya sih lebih menyengat. Sesaat kemudian kembali batang kontolku beaksi di lubang memek wanita yang berbeda. Dalam posisi doggy-style, Lusi memang lihai memainkan goyangan pantatnya yang bulat secara variatif, dan apalagi aku sangat suka melihat goyangan pantat seksi Lusi. itu membuat aku semakin bersemangat menghajar lubang memek Lusi yang tidak sebasah Citra.

Untungnya Lusi adalah type wanita yang cepat dan mudah mencapai puncak orgasme, ngak sampai 10 menit kemudian Lusi mulai mengeluuarkan erangan-erangan panjang. Aku hafal itu tanda-tanda bahwa istriku akan mencapai puncak orgasme, maka segera kupegang pinggalnya dan kupercepat genjotan batang kontolku menghajar lubang memek Lusi tanpa ampun.

“Jon….. Jon…… gila…. Aaakkkhh…. nikmat banget…..” jeritan kecil Lusi itu dibarengi dengan tubuh sintal Lusi yang gemetaran hebat.

Pantat seksinya bergerak-gerak liar menimbulkan rasa nikmat luar biasa pada batang kontolku yang terjepit di lubang memeknya istriku. Aku tidak bisa menahan lagi semprotan spermaku yang kedua untuk hari ini.

“Makasih Joni sayang… ” kata Lusi sesaat kemudian sambil mendaratkan kecupan mesra dibibirku.

Setelah membersihkan sisa-sisa persetubuhan, aku pamit untuk kembali ke kantor, sementara Lusi masih berendam di bath up, Citra sudah duduk rapi di mejanya ketika aku keluar dari ruangan Lusi, lalu kedekati dia.

“Sssh… ngak takut masuk angin bawahannya gak ditutup?” bisikku sambil kuselipkan celana dalam putih Citra kelaci mejanya.

Mata Citra melotot dengan mimik lucu, “Ronde kedua nih yee…?” katanya nakal setelah tahu Lusi tidak ikut keluar dari ruangan. Aku berjalan memasuki mobilku, sambil memikirkan follow up ke Lusi yang ternyata sangat menggairahkan.

— S E L E S A I —

Jangan lupa di share ya Ngentot Janda Montok dan Seksi Dikantor Istriku …. Dibaca juga Selingkuh Dengan Ibu Mertuaku yang Bahenol Part 2 …. Dan nantikan cerita-cerita yang lebih horny dan sange dari kami www.ceritapv.com selanjutnya. Cerita Sex Sedarah 2018

One thought on “Ngentot Janda Montok dan Seksi Dikantor Istriku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: