REJEKIPOKER
PERKASA99
BADUTQQ
GADISQQ
BABEQQ
KEPOQQ
BUNGAQQ
TATOQ
BAJUPOKER
SEHATPOKER

Gara-Gara Menyusui Kusetubuhi Mama Kandungku

Cerita Sex 2018 – Ceritapv.com (Cerita Penis Vagina) adalah cerita sex panas terbaru 2018 dengan Gara-Gara Menyusui Kusetubuhi Mama Kandungku. Situs ini dikhususkan untuk orang dewasa saja yang berisikan cerita-cerita seru dan terlengkap untuk usia 18 tahun keatas yang dapat meningkatkan nafsu birahi jika ingin mastrubasi atau bersetubuh dengan lawan jenis anda. Selamat membaca.

Perkenalkan namaku Haris, umurku saat ini 16 tahun dan telah duduk di kelas 1 SMA. Aku adalah seorang lelaki yang penampilannya biasa-biasa saja, dan tidak terlalu populer dikalangan para wanita-wanita di sekolahku. Namun aku mempunyai nafsu seks yang cukup tinggi, tapi tentunya hanya bisa aku tuntaskan dengan onani sambil menonton film porno, menyedihkan memang.

Aku anak pertama dari keluargaku, adikku Helen baru saja lahir 5 bulan yang lalu dan masih dalam tahap pemberian asi yang rutin oleh Mama kandungku. Kadang setiap ada kesempatan, aku dapat melihat payudara Mamaku yang sedang asyik menyusui adikku yang masih bayi itu. Mamaku ini namanya Amel, umurnya baru 33 tahun karena Mamaku menikah muda watu umurnya masih 17 tahun. Sedangkan Papaku saat ini berusia 40 tahun berbeda 8 tahun dari Mamaku dan sedang sibuk-sibuknya dengan proyeknya, sehingga kadang pulang larut malam atau bahkan tidak pulang karena ada kerjaan di luar kota.

Awalnya tidak ada perasaan apapun melihat Mamaku yang sedang menyusui, namun sejak aku menonton film porno atau ceritapv tentang hubungan sedarah anak dan Mama kandung. Lalu aku mulai tertarik memperhatikan payudara Mamaku yang putih mengkal penuh susu itu. Bahkan kadang aku mulai berani beronani sambil membayangkan tubuh dan payudara Mamaku.

Hari demi hari nafsuku semakin tinggi saja, intensitas onaniku semakin sering, dan tentunya yang menjadi target onaniku adalah Mama kandungku sendiri. Setiap Mama menyusui adikku, Helen, aku selalu berusaha mencari kesempatan supaya mendapatkan posisi yang pas melihat Mamaku yang sedang menyusui, baik ketika sedang menonton TV atau saat dikamarnya. Awalnya tidak ada kecurigaan apapun terhadapku, tapi lama kelamaan Mama mulai risih juga dengan kehadiranku setiap menyusui Helen.

“Sayang… kenapa sih liatin Mama terus?” kata Mama padaku sambil matannya melihat kearahku yang sedang asik memperhatikan payudaranya.

“Eehh… eehh.. Gak apa-apa kok Ma…” kataku sedikit gugup.

“Beneran? Tapi kok liatin Mama terus sih? Cemburu ya sama adikmu?” kata Mamaku menggodaku.

“Kalau kamu mau susu, bikin saja tuh di dapur. Masih ada kok susu untuk ibu hamil tuh,” katanya menggoda lagi.

“Aahh.. Mama becanda nih, masa Haris disuruh minum susu untuk ibu hamil sih Ma,” jawabku pura-pura ngambek.

Mamaku tertawa karenanya sehingga dadanya berguncang bahkan terlepas dari kuluman adikku sehingga memperlihatkan putingnya yang coklat menggoda.

“Hihihi… kamu sih, lagian kamu ngapain sih liatin Mama nyusuin adikmu?” tanya Mamaku lagi.

“Gak ada apa-apa kok Ma,” jawabku yang masih agak takut ketahuan sedang horny ngebayangin Mamaku.

“Hhmmm… iya deh… kalau mau lihat, lihat saja… tapi ingat ya… lihatnya gak pakai nafsu. Masa lihat Mama sendiri nafsu juga,” ujar Mamaku yang akhirnya membiarkan saja aku memperhatikan payudaranya yang sedang menyusui.

Aku tentu saja senang bukan main mendengarnya, dan tidak menyia-yiakan kesempatan untuk melihat Mamaku menyusui adikku tanpa perlu takut ditegur Mamaku lagi. Aktifitas itu tidak berlangsung lama, adikku akhirnya tertidur setelah kenyang minum asi.

“Sudah ya sayang… adikmu sudah tidur nih,” kata Mamaku sambil memasan kembali BHnya dan menutupnya dengan kemeja.

Aku cukup kecewa karenanya, tapi Mamaku cuek saja dan bangkit dari duduknya. Sepertinya ingin mengantarkan adikku ke ranjang bawa di kamarnya. Aku iseng mengikutinya ke kamar, setelah masuk ke kamar dan meletakkan adik bayi, Mamaku heran melihat aku juga masuk ke dalam kamar.

“Sayang? Ada apa?” tanya Mamaku.

Aku berusaha tidak memandang matanya karena grogi, akhirnya aku memandang ke arah ranjang bayi.

“Gak ada kok Ma, cuma mau lihat adik saja. Soalnya cantik ya Ma, imut-imut,” kataku mengalihkan perhatian.

“Iya dong, Mamanya kan juga cantik, iya kan sayang?” kata Mamaku bercanda menggodaku.

“Hehehe… Iya Ma, Mama yang paling cantik di rumah ini,” kataku membalas godaannya.

Mamaku tertawa kecil, sungguh, tertawa yang lepas dan menyenangkan mendengarnya. Payudaranya sekali lagi aku lihat naik turun karena tertawa, Mamaku menyadari bahwa aku sedang memperhatikan payudaranya lagi.

“Kamu ini… emang gak puas tadi lihat susu Mama?” katanya tenang namun masih dengan senyum manis menghiasi wajahnya.

Sebuah senyum yang membuat hatiku berdebar apalagi mendengar kata-kata Mamaku barusan.

“Ehh… aaa.. aaanu,” kataku gelagapan.

“Dasar, Mama tahu kok usia seperti kamu saat ini sedang panas-panasnya, tapi masa sama Mama kamu sendiri nafsu juga? nakal ya…” kata Mamaku.

“Kalau kamu horny banget, tuh nonton lagi sana film pornomu itu. Mama tahu kok kamu sering nonton film porno di kamarmu,” kata Mama.

Bruakkkk!!! Aku terkejut bukan main, ternyata Mama mengetahui aktifitasku yang satu itu.

“Dan juga kalau onani di kamar mandi disiram dong sayang, masa dibiarkan gitu saja belepotan di dinding sama di lantai. Kamu kelupaan ya nyiramnya? Mama deh yang repot membersihkannya.. jorok tahu,” sambung Mamaku lagi yang semakin membuat aku terkejut.

Aku sadar kalau kadang aku lupa membersihkan sperma yang belepotan. Aduuh…. malu bukan main ketahuan gini.

“Eeh… ehh… iya Ma.. maaf Ma. Tapi gak apa-apa kan Ma kalau Haris onani dan nonton film porno?” tanyaku pada Mama tapi dengan agak malu dan takut.

“Iya iya… normal kok untuk laki-laki seusiamu, tapi jangan keseringan,” kata Mamaku mengiyakan.

Akhirnya sejak saat itu aku tidak perlu diam-diam lagi onani atau nonton film porno, bahkan pintu kamarku kubuka saja,.

Suatu hari ketika aku sedang asyik-asyiknya menonton film porno dan mengocok-ngocok kontolku, tiba-tiba Mama sudah berada di depan pintu kamarku.

“Sayang.. makan malam…” kata Mamaku.

Aku cukup terkejut karena sedang asik menonton film porno dan sambil mengelus kontolku.

“Hayo…. lagi ngapain kamu? Nonton film porno ya?” tanya Mamaku menggoda.

“Eehh.. Iya Ma…” jawabku gugup.

“Ayo makan dulu, nanti sambung lagi..” kata Mamaku lagi.

Aku segera berusaha bangkit sambil mengeluarkan tanganku dari dalam celanaku.

“Emang nonton apaan sayang? Bagus ceritanya?” goda Mamaku sambil tertawa.

“Ehh… iya Ma, tentang Ibu dan anak Ma… panas banget tadi Ma, mereka ngentot mulu setiap hari Ma di rumah, hehehe…” kataku terus terang pada Mamaku walaupun agak malu menceritakannya.

“Hahahaha… kamu suka cerita begituan ya? Ayo makan dulu,” ajak Mamaku lagi.

Kami pun makan malam berdua saja karena Papa belum pulang dan adikku sudah tidur. Setelah makan malam, kami habiskan waktu menonton TV. Mama saat itu hanya mengenakan baju tidur dengan menggunakan daster. Namun tonjolan payudaranya yang besar itu tidak mampu disembunyikan dari balik dasternya sehingga membangkitkan nafsuku. Lagi-lagi Mamaku mengetahui aku yang sedang memperhatikan payudaranya.

“Hihihihi… kamu ini…” kata Mamaku namun membiarkan saja aku dan mataku yang asik melihat ke arah dadanya.

“Napa sayang? Mau lihat lagi?” goda Mamaku.

Walaupun aku sudah sering melihatnya apalagi semenjak diperbolehkan melihat terang-terangan, namun aku tidak pernah puas dan selalu ketagihan.

“Iya Ma, boleh? Hehehe…” jawabku semangat.

“Iya.. sini deh, dasar anak Mama satu ini nakal sama Mamanya sendiri,” kata Mamaku.

Mamaku mulai membuka kancing bajunya, dimulai dari yang paling atas, lalu ke kancing kedua.

“Cepetan dong Ma,” pintaku gak sabaran dengan dada yang semakin berdebar.

Mamaku hanya tersenyum manis saja kepadaku. Baru kali ini Mama membuka bajunya yang hanya ada aku di depannya, biasanya harus ada adik bayi dulu supaya aku dapat melihatnya. Mama pun membuka kancingnya yang ketiga dan manyisakan kancing keempat yang masih melekat. Aku kini dapat melihat BH warna hitamnya yang tampak kontrak dengan kulit payudaranya yang putih mulus dengan urat-urat biru disekitarnya. Mamaku mulai membuka BHnya yang mempunyai kaitan di depan supaya mempermudahnya menyusui adiku.

Akhirnya kedua payudara Mama yang mengkal padat berisi terpampang bebas di hadapan anak laki-laki sulungnya tanpa ada kepala bayi lag menghalangi, membuat kontolku langsung tegang di balik celanaku.

“Ma, kancing bajunya dibuka semua dong,” pintaku lagi.

“Iya.. iya.. dasar kamu ABG mesum,” kata Mamaku.

Akhirnya Mama membuka semua kancing kemejanya sehingga kini kemejanya menggantung ditubuhnya memperlihatkan belahan payudara hingga pusarnya yang bebas aku nikmati.

“Sudah? Puas? Dasar kamu… terus mau ngapain lagi?” tanya Mamaku menggoda sambil tersenyum.

Aku yang tidak tahan segera memasukkan tanganku ke dalam celanaku dan mengelus-elus kontolku. Mama hanya tersenyum melihat tingkahku dan membiarkanku menikmati pemandangan yang ada di depan mataku.

“Ma.. boleh Haris peluk Mama?” pintaku kali ini.

“Ya boleh dong… masa anak sendiri gak boleh meluk Mamanya…” jawab Mamaku.

Aku senang sekali, aku segera mendekatinya dan merangkul tanganku memeluk tubuh Mamaku dari depan sehingga payudaranya yang padat tanpa halangan berhimpitan dengan dadaku. Nikmat sekali rasanya merasakan himpitan payudara Mamaku yang menekan dadaku. Aku memeluknya sambil membelai punggung dan rambutnya begitu juga Mamaku.

Cukup lama kami berpelukan seperti itu, hingga aku melepaskan pelukanku. Mamaku tersenyum kepadaku sambil melepaskan pula pelukanku.

“Kenapa sayang? Berdebar gitu dadanya? Hihihi…” tanya Mamaku menggoda.

“Hehehe… iya Ma.. gimana gak berdebar Ma, pemandangannya enak gini, terus susu Mama tadi nekan-nekan dada Haris lagi,” jawabku cengengesan.

“Ma, boleh gak Haris lepasin baju dan celana Haris juga?” pintaku.

“Mau apa sih kamu emangnya? Iya deh, buka saja.. sekalian aja dengan celana dalammu, bebasin aja tuh burungmu… tegang gitu, nafsu ya?” jawab Mamaku.

Aku yang senang mendengar jawaban Mama segera berdiri dan membuka baju dan celanaku serta menyisakan celana dalamku.

“Itu kolomgmu mau Mama yang bukain?” tawar Mamaku.

“Hehehe… boleh Ma…” kataku sambil memajukan pinggulku ke arah Mamaku.

Dia segera menyelipkan jari lentiknya di sela celana dalamku dan menariknya perlahan ke bawah, memperlihatkan kontolku yang telah mengacung tegak dihadapannya.

“Wah… sudah tegang ya kontolnya, gitu amat nafsunya ke Mama kandung kamu sendiri,” ujarnya menggoda.

Aku cengegesan sendiri. “Mau nyusu lagi gak seperti waktu kamu kecil dulu?” goda Mamaku.

“Eehh… eeh. mau Ma. Mau banget… hehehe….” tentu saja aku mau, itu adalah sesuatu yang aku impi-impikan.

“Ya sudah sini dekat-dekat ke Mama,” ajak Mamaku.

Aku mendekatinya dan duduk di sampingnya sambil bertelanjang bulat, sedangkan Mamaku hanya mengenakan celana panjang dengan kemeja yang terbuka didepannya dan memperlihatkan kedua bukit payudaranya yang montok berisi penuh susu. Aku dekatkan wajahku ke pucuk payudaranya dan menempelkan bibirku ke putingnya. Aku mulai mengulum puting dan menyedotnya sehingga air susunya yang hangat mulai keluar dan masuk dengan nikmat ke kerongkonganku.

“Dasar kamu, sudah besar masih nyusu ke Mamanya. Tuh lihat kontol kamu tegang gitu,” ujar Mamaku.

Aku hanya tersenyum-senyum saja mendengarnya sambil masih asyik menyedot susu Mama. Tiba-tiba terdengar suara pagar digeser, Papaku pulang. Dengan segera aku melepaskan kulumanku dan memungut pakaianku yang berserakan di lantai dan berlari ke kamarku. Mamaku juga segera memakai BH-nya dan memasang kembali kemejanya. “Sial… nanggung banget,” kataku dalam hati.

Aku dapat mendengar percakapan mereka samar-samar di kamarku.

“Sudah pulang ya Pa?”

“Gak, baru pergi… ya iyalah baru pulang,” kata Papaku tertawa diikuti Mamaku.

Tunggu, apa itu celana dalamnya Haris, gawat… sudah barusan mesumin Mamanya terus celana dalamnya pake ketinggalan lagi.

“Gimana di rumah? Baik-baik saja kan?” kata Papa menuju tempat Mamaku dan aku melakukan kemesuman barusan.

“Iya Pa, baik-baik saja kok,” kata Mamaku tenang.

Mamaku berusaha menutupi pandangan Papa dari arah sofa, dimana dibawahnya masih tergeletak celana dalamku.

“Mandi dulu sana Pa, bau tuh Papa seharian gak mandi. Mau dibuatin kopi?” tanya Mamaku pada Papa.

Tentu saja supaya Papa cepat beranjak dari sana sehingga Mama bisa membereskan celana dalam itu. Mama segera memungut celana dalamku, lalu Mama melihat bagian tengahnya agak basah, tapi tidak lengket sepertinya Mama tahu bahwa aku sudah horny berat dari tadi.

Aku ketuk pintu kamarnya, Haris segera membukanya. Dia telah mengenakan baju dan celananya sendiri, tapi aku tidak yakin Haris pakai kolor.

“Nih celana dalam kamu ketinggalan, untung gak nampak sama Papamu, lain kali hati-hati dong sayang. Niih…” kataku sambil menyerahkan celana dalamnya.

“Iya Ma, sorry buru-buru,” jawabnya sekenanya.

“Tapi tanggung nih, gak enak banget rasanya Ma,: sambungnya.

“Ya gimana lagi dong sayang, Papamu sudah pulang tuh,” jawabku cuek.

“Papa lagi mandi kan Ma.. bisa tuh Ma sebentar, ayo Ma,” katanya menarik tanganku masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu.

“Du… aduhh sayang… iya-iya, tapi pelan-pelan dong tariknya, sakit tangan Mama,” kataku pura-pura manja.

Haris yang kayanya sudah tidak tahan apalagi tadi benar-benar tanggung baginya segera meloloskan pakaiannya dan memperlihatkan kontolnya lagi dihadapan Mama kandungnya sendiri. Aku lagi-lagi terpana melihat ukuran kontolnya yang cukup besar yang tidak kalah dari Papanya.

“Terus Mama harus telanjang ada lagi nih di depan anak Mama yang mesum ini?” kataku menggodanya.

“Iya dong Ma, masa ngak… kalau boleh sih gak cuma telanjang dada aja Ma,” ujarnya nakal.

“Terus telanjang apa? Hayo… kamu kepengen lihat Mama telanjang di depanmu ya? Anak Mama nakal ya..” kataku menggodanya lagi.

“Lain kali ya sayang, kalau kelamaan entar ketahuan Papamu,” kataku.

Kulihat wajahnya cukup kecewa, tapi ya kubiarkan saja walau agak gak tega. Kubuka BH dan kancing kemejaku lagi, kali ini kuloloskan semua kemeja dari tubuhku sehingga bagian atas tubuhku kini benar-benar telanjang di depan anak kandungku.

“Mama cantik…” kata Haris terpesona melihat tubuh atasku, yang terpampang bebas dihadapan matanya untuk dia nikmati.

Aku juga merasakan perasaan lain, telanjang dada didepan anak kandungku sendiri apalagi suamiku ada di rumah dan kami bisa ketahuan kapanpun. Hal ini membuat jantungku berdebar tidak karuan, kurasakan air susuku makin bertambah dan memenuhi payudaraku karena perasaan ini.

“Ayo cepetan sayang,” kataku padanya supaya mempercepat aktifitas mesum ini.

Dia segera mendekatiku dan mengulum lagi payudaraku, air susuku kembali masuk ke mulutnya dengan derasnya. Tangannya yang satu lagi meremas payudaraku yang satunya sehingga air susuku menyemprot-nyemprot melumuri tangannya dan lantai kamarnya. Kami melakukan ini sambil berdiri, disela-sela aktifitas nakalnya kulihat dilaptopnya menayangkan adegan porno, seperti sebelum ini dia yang merasa tanggung itu menuntaskan birahinya dengan menonton film porno.

Ku lihat air susuku mengalir disela mulutnya dan sampai kedagunya yang sudah ditumbuhi janggut tipis. Anakku benar-benar sudah besar sekarang. Kadang dia melepaskan kulumannya dan memainkan putingku dengan lidahnya, tidak hanya putingku, tapi seluruh permukaan kulit payudaraku juga mulai dijilatinya sehingga permukaan payudaraku basah dan tampak mengkilap.

Aku tersenyum-senyum saja, kubiarkan saja dia melakukan aktifitas mesumnya ini. Tidak lama kemudian wajahnya mulai mengerut, sepertinya dia mau keluar.

“Keluarin saja sayang, tumpahin saja ke Mamamu ini,” ujarku padannya.

Dia tidak menjawab dan semakin kencang mengulum dan menjilat payudara Mama kandungnya ini, dan “Crooot…. Croooot…. Croooot….” akhirnya spermanya keluar karena posisi kami yang seperti itu, spermanya jadi mengenai celana panjang piyamaku tepat di depan daerah kewanitaanku.

“Sudah sayang? puaskan?” dia mengangguk.

Akhirnya dia melepaskan kulumannya dan menarik diri menjauh dari sisiku. Aku segera mengenakan kembali BH dan kemejaku. Kulihat dia masih keenakan sambil duduk di ranjangnya. Aku segera keluar dari kamarnya. Kumpulan Cerita Sex dan Sange 2018

“Besok lagi ya Ma… hehehe…” pintanya nakal.

“Hmmm… lihat aja deh besok, dasar kamu… anak mesum,” aku keluar dan menutup pintu kamarnya dan segera menuju ke kamarku.

Kulihat suamiku telah selesai mandi karena tadi aku juga sempat hornya karena kelakukanku dengan Haris, anakku. Lalu aku coba mengajak suamiku melakukannya. Kami melakukan hubungan suami istri yang panas malam itu hingga akhirnya kami tertidur.

Esok harinya aku bangun pagi seperti biasanya. Beres-beres rumah dan menyiapkan sarapan untuk suamiku dan anakku. Saat sedang sibuk memasak di dapur, tiba-tiba sepasang tangan merangkul pinggangku, kulihat ke belakang ternyata Haris anakku dengan tubuh telanjang hanya membawa handuk yang di kalungkan di lehernya.

“Sayang.. apaan sih.. bukannya mandi.. ntar kamu terlambat ke sekolah,” kataku sambil berusaha melepas pelukan tangannya.

“Bentar Ma, habis bangun pagi tegang nih, apalagi lihat Mama gini… Mama lanjutin saja deh masaknya, Haris gak ganggu kok,” jawabnya.

Saat ini aku menggunakan daster dengan belitan baju dapur untuk masak. Aku biarkan saja dia memelukku dari belakang sambil aku masih terus memasak. Lama-kelamaan dia mulai meraba payudaraku dari balik baju dapur dan dasterku, juga masih aku biarkan saja. Selanjutnya dia mulai menggoyangkan pinggulnya, menggesek-gesekkan kontol tegangnya di belahan pantat Mama kandungnya ini yang masih tertutup kain.

“Sayang, kamu mulai nakal ya… masa gesek-gesekin itunya kamu ke Mama sih?” tanyaku tapi tidak berusaha melepaskan diri darinya.

Dia hanya ketawa-ketawa saja. “Itu apa Ma? Ngomong yang jelas dong Ma,” katanya pura-pura bodoh menggodaku.

“Itu kamu… burung kamu,” kataku dengan agak sebal karenanya, hentakan kontolnya makin keras dan kencang saja di belahan pantatku.

“Itu bukan burung Ma, tapi kontol Ma… coba Mama bilang lagi,” katanya kurang ajar mempermainkan Mamanya.

“Iya… kontol. Masa kontol kamu digesekan di pantat Mama gitu sih sayang,” kataku menuruti kemauannya.

“Digesekan gimana Ma?” katanya pura-pura bodoh lagi.

Kali ini makin kencang saja gesekannya di belahan pantatku, bahkan menyelip di pahaku sehingga kain dasterku ikut terlipat diantara pahaku. Selanjutnya dia melepaskan pelukannya tapi kini malah meraih bokongku dan memegangnya. Dia lanjutkan kembali aktifitas mesumnya terhadapku, kini posisiku seperti sedang disetubuhi olehnya dari belakang.

“Kainnya menghalangi aja nih Ma,” katanya.

Aku diamin saja perkataannya sambil dia masih asyik dengan aktifitasnya. “Ma temanin Haris mandi dong Ma.. Sudah lama nih gak rasain dimandiin Mama,” pintanya terhadapku.

Sebentarnya itu adalah permintaan yang biasa dari seorang anak pada Mamanya, namun bila anaknya sudah sebesar ini, dengan bulu yang sudah tumbuh disekitar kontolnya.

“Kamu ini ada-ada saja, mandi sendiri sana… lagian Papamu bentar lagi bangun, sudah sana mandi. Terlambat nanti kamu kesekolah,” jawabku menolak permintaannya.

“Ya.. Mama.. tapi nanti habis pulang sekolah Haris tagih ya Ma, hehehe…” pintanya.

Akhirnya dia masuk ke kamar mandi di samping dapur dan segera mandi. Dia sempat membuka pintu kamar mandi dan menunjukkan kontolnya di hadapanku.

“Ma… lihat nih…” katanya sambil mengocok kontolnya yang berlumuran busa sabun dihadapanku.

Sungguh perbuatan yang cabul terhadap Mama kandungnya sendiri. “Kamu apa-apaan sih, tutup pintunya,” suruhku padanya, tapi tanpa menunjukkan kemarahan. Akhirnya dia menututp pintu dan melanjutkan mandinya.

Kami pagi itu sarapan bersama seperti biasa, aku sarapan sambil menyusui bayiku. Aku dan Haris duduk berhadap-hadapan, sehingga dia sarapan sambil juga memandang payudaraku yang sedang menyusui adiknya. Suamiku sih menganggap biasa aku yang menyusui dihadapan Haris. Sedang asyik-asyiknya sarapan, kaki Haris mengelus-elus kakiku dari bawah meja sehingga perbuatannya ini tidak terlihat oleh suamiku. Aku hanya melototkan mataku kepadanya sebagai isyarat agar dia berhenti, namun dia cuma senyum-senyum kecil saja. “Dasar anak mesum,” kataku dalam hati. Dia lakukan kemesuman itu saampai kami selesai sarapan. Lalu Haris pun berangkat ke sekolah dengan motornya begitu juga suamiku yang juga berangkat kerja.

“Tok…tok… tok…” terdengar suara ketukan pintu depan.

“Ma….. Haris pulang…” ternyata Haris anakku yang sudah pulang.

Siang itu aku sedang mencuci baju, segera aku bangkit dan menuju pintu depan. “Lama amat sih Ma,” sambil masuk dan melepaskan sepatunya.

“Iya… Mama lagi nyuci dibelakang, tumben kamu cepat pulang, biasanya keluyuran dulu?” tanyaku.

“Kan mau nagih janji mandi bareng Mama,” jawabnya cengengesan.

“Dasar kamu, emang ada Mama janji? Hmm…. ya sudah letakkan tas kamu dulu ke kamar, Mama tunggu dibelakang,” kataku sambil menuju kamar mandi belakang yang mana juga tempat mencuci.

Setelah beberapa saat dia telah kembali dengan hanya mengenakan celana dalam, “Dasar kamu… sudah gak tahan ya?” godaku.

“Hehehe… iya nih Ma,” jawabnya.

Aku segera mengajaknya masuk kedalam kamar mandi, “Masa sudah besar gini masih dimandikan Mamanya sih? Sini Mama yang bukain kolor kamu,” kataku tersenyum manis sambil membuka celana dalamnya dan menaruhnya ke tempat cucian.

Kontol tegangnya mencuat di hadapanku, Mama kandungnya sendiri, “Mama harus ikutan mandi juga nih?” kataku menggodanya. Cerita Sex Isap Tetek Mama

“Iya dong Ma,” jawabnya penuh mesum.

“Dasar kamu… Mama sendiri dimesumin,” kataku tersenyum menatap matanya.

“Mama sih… cantik, seksi, terus gak nolak di mesumin anak kandungnya… hehehe…” ujarnya kurang ajar kepadaku.

Aku hanya tersenyum saja mendengar jawabannya. Aku mulai membuka pakaianku dimulai dari kaos, kemudian celana, BH dan terakhir celana dalamku. Kini aku benar-benar bugil dihadapannya, dia menjadi orang kedua yang melihatku bugil setelah suamiku.

Jantungku berdegup kencang, apa aku harus melakukan ini? Mandi bersama anak laki-lakiku yang sedang horny berat terhadap Mama kandungnya sendiri. Tapi sisi lain diriku ingin mencoba hal yang nakal seperti ini, menyadari hubungan kami Ibu dan anak kandung makin membangkitkan gairahku menjadi meluap-luap. Pasti Haris, anakku juga merasakan hal yang sama.

Dia mulai mendekati tubuhku yang telanjang di depannya. “Mama cantik banget,” katanya mulai meraba payudaraku dan mengusap-usap punggung dan pinggangku.

“Aduhh… kamu ini mau mandi atau pegang-pegang tubuh Mama sih sayang?” tanyaku tapi tidak berusaha menepis tangannya.

Dia dekatkan mulutnya ke putingku, kembali air susuku yang sudah memenuhi payudaraku langsung memenuhi mulutnya dan dengan nikmat masuk ke kerongkongannya. Air susuku dihisap habis-habisan olehnya.

“Hisap yang kiri juga dong sayang, masa yang kanan mulu,” ujarku padanya.

Dia pun memindahkan kulumannya ke dada kiriku. Cukup lama dia hisap susuku sambil berdiri, kedua dadaku dia hisap bergantian. Kontolnya yang tegang kadang menyentuh pangkal pahaku, menggesek-gesek di sana disekitar memek dan paha atasku, kubiarkan saja aksinya itu.

“Hhmmm… sayang, kontol kamu nyenggol-nyenggol Mama tuh,” kataku tapi dia masih asyik minum susuku.

“Ma… kontol Haris diselipin di dada Mama dong,” pintanya.

Sepertinya dia sudah horny berat. Aku yang juga sudah mulai horny mengiyakan permintaannya. Aku jongkok di depannya, dia letakkan kontolnya diantara kedua buah dadaku dan mulai memompanya maju mundur. Aku juga ikut membangkitkan gairahnya dengan ikut mengayunkan tubuhku naik turun dan meremas kedua payudaraku sendiri sehingga air susuku muncrat mengenai pahanya dan melumuri kontolnya yang sedang nikmat menggesek-gesek disela buah dada Mama kandungnya.

Setelah selesai melakuan mesum kami pun keluar dari kamar mandi dengan masih bertelanjang bulat. Dia terduduk di ranjang sambil melihat aku yang sedang mengeringkan rambutku. Ku lihat kontolnya bangkit lagi gara-gara melihat tubuhku.

“Hayoo… kamu mikir apa? Tuh tegang lagi kontolmu,” godaku.

“Hehehe… iya nih Ma.. Haris lihatin Mama sambil ngebayangin Haris lagi ngentotin Mama, pasti enak tuh Ma,” katanya vulgar kurang ajar kepada ibu kandungnya sendiri.

“Ma… ngentot yuk,” ajak anakku ini.

“Yuk Ma… sudah gak tahan nih pengen ngentotin Mama, apalagi diranjang Mama sama Papa,” katanya makin kurang ajar saja.

Aku tentu saja keberatan dengan permintaannya tersebut, menurutku itu sudah terlalu jauh, tapi aku yang tidak tega dan juga horny akhirnya memberi dia keringanan.

“Kamu gesek-gesekin kontolmu di memek Mama saja ya sayang.. tapi jangan dimasukin, dosa loh kalau bohong,” anjurku. Dia yang sudah horny hanya mengiyakan saja ajakanku.

“Yuk sayang naik ke ranjang Mama,” ajakku.

Kami berdua naik ke atas ranjang, dimana biasanya hanya ada aku dan suamiku diatasnya untuk tidur ataupun bercinta. Kini di atasnnya telah berada aku dan anakku yang telah bertelanjang bulat, yang sudah berbawa nafsu sedarah yang menggebu-gebu.

Dia mulai merangkak diatas badanku dan mulai menggesek-gesekkan kontolnya di permukaan memekku. “Ingat ya sayang, jangan sampai masuk. Itu punya Papamu,” kataku mengingatkannya kembali.

Haris, anakku hanya mengangguk saja sambil tersenyum dan melanjutkan aksinya menggesek-gesekkan kontolnya dipermukaan memekku.

“Ma, masukin dikit boleh ya Ma… Kepalanya aja kok, pliss….” pintanya memelas.

“Kan tadi janjinya cuma gesek-gesekin aja, gimana sih? Ya sudah deh… tapi janji ya cuma kepalanya aja,” kataku menyetujui permintaan mesumnya.

Haris mulai mengarahkan ujung kontolnya diantara bibir memekku. Perlahan ujungnya mulai masuk dan akhirnya kepala kontolnya masuk ke dalam lubang memekku. Dia mulai mengayunkan badannya maju mundur dengan kepala kontol yang telah masuk ke dalam lubang memek Mamanya yang dulu melahirkannya.

“Ooouuhh… enak Ma..” racaunya.

Nafsu persetubuhan sudah menyelimuti kami, membakar birahi kami ibu dan anak. Walau hanya kepalanya saja yang masuk, namun sepertinya sudah memberikan kenikmatan yang luar biasa baginya. Kadang kontolnya masuk lebih dalam lagi tapi tidak seluruhnya, aku yang menyadarinya membiarkannya saja. Melihat aku tidak melawan, anakku lanjutkan kembali aksinya memasukkan kontolnya lebih dalam lagi ke lubang memekku. Hingga akhirnya kusadari bahwa dia telah memasukkan kontolnya semua, dan maju mundur di lubang memek Mamanya.

“Oooohh…. terus sayang… kamu nakal… ngentoti Mama kandungmu sendiri…. diatas ranjang Mama dan Papamu lagi… Ouuuhhh…. enak sayng… terus anakku… setubuhi Mamamu…. Mmmmhhh…..” kataku kesetanan.

Kami makin menggila, Haris makin cepat memompa diriku, “Ma… mau keluar Ma…” erangnya.

Ranjangku betul-betul bergoyang kencang, bahkan dengan suamiku kami tidak pernah bersetubuh sehebat ini. Tubuh kami bermandikan keringat, membayangkan hubungan kami Ibu dan anak makin membuat nafsuku tidak terkendali, apalagi membayangkan kalau aku hamil anak laki-lakiku sendiri.

“Oooouuuuhhh…. keluarin didalam saja sayang… Uuuugghhh… hamili Mamamu ini… Oooohh….” desahku yang telah dibanjiri nafsu yang tidak terbendung.

“Crooot… Croooottt… Crooott…” anakku menyemprotkan spermanya berkali-kali berbarengan dengan orgasmeku yang memenuhi rahim Mama kandungnya sendiri.

Anakku kelihatan sangat puas. Sesudah itu sepanjang sore hingga malam kami lanjutkan ronde-ronde selanjutnya, kami bahkan lupa untuk makan, bahkan bayiku yang sedang menangis-nangis sampai terabaikan olehku. Kini yang ada dipikiran kami hanya persetubuhan sedarah.

Genangan sperma dan air susuku yang tidak berhenti menyemprot ada dimana-mana, berlepotan diatas ranjang aku dan suamiku. Bahkan ditubuhku sudah berlepotan spermanya yang tidak pernah puas menyemprot di dalam atau luar tubuh Mama kandungnya ini.

Sedangkan dia sangat kenyang meminum air susuku yang sepertinya tidak ada habisnya, melumuri kontol dan tubuhnya dengan susuku. Aku bahkan melakukan apa yang belum pernah aku lakukan dengan suamiku, yaitu menjilati dan mengulum kontolnya serta menelan spermanya yang kini aku lakukan terhadap anakku tanpa rasa keberatan.

Aku juga menjilat lubang anusnya dan menyodok lubang anusnya dengan lidahku sedalam yang aku bisa. Selain itu aku juga membenamkan payudaraku dengan puting yang mencuat tegak ke sekitar lubang anusnya, membasahi selangkangannya dengan air susuku yang semakin membuatnya keenakan. Sebuah kenikmatan yang diperolehnya dari Mamanya sendiri. Kami melakukan ini sampai lupa waktu, entah sudah jam berapa ini. Bisa saja suamiku pulang kapanpun itu, namum membayangkan suamiku memergoki kami sedang melakukan perbuatan tidak bermoral ini, antara istri dan anak kandungnya sendiri. Di dalam kamar kami dan diatas ranjangku dan suamiku, malah membuat sisi binalku semakin gila menjadi-jadi.

“Terus sayang… setubuhi Mama… jangan berhenti… siram air manimu ke rahim Mama sepuas-puasmu…. hamili Mama dan Mama disini sebagai pemuas nafsumu anakku..”

— S E L E S A I —

Jangan lupa di share ya Gara-Gara Menyusui, Kusetubuhi Mama Kandungku … Dibaca juga Ngentot Janda Montok dan Seksi Dikantor Istriku … Dan nantikan cerita-cerita yang lebih horny dan sange dari kami www.ceritapv.com selanjutnya. Cerita Sex Sedarah 2018

One thought on “Gara-Gara Menyusui Kusetubuhi Mama Kandungku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: