REJEKIPOKER
PERKASA99
BADUTQQ
GADISQQ
BABEQQ
KEPOQQ
BUNGAQQ
TATOQ
BAJUPOKER
SEHATPOKER

Cerita Sex Kuatnya Kontol Perkasa Supir Pribadiku

Kumpulan Cerita Sex dan Sange 2018 –¬†Cerita Penis Vagina adalah cerita sex panas terbaru 2018 dengan Cerita Sex Kuatnya Kontol Perkasa Supir Pribadiku. Situs ini dikhususkan untuk orang dewasa saja yang berisikan cerita-cerita seru dan terlengkap untuk usia 18 tahun keatas yang dapat meningkatkan nafsu birahi jika ingin mastrubasi atau bersetubuh dengan lawan jenis anda. Selamat membaca.

Awal cerita ini bermula ketika aku sendirian di rumah pada malam hari, Papaku sedang di kantor mungkin lagi lembur sedangkan Mamaku sedang ikut seminar. Yang ada di rumah hanya aku dan supirku yag sekaligus merangkap sebagai pembantu di rumah. Nama supirku itu Rian, berusia 35 tahun dan dia sudah menikah tetapi istrinya tinggal di kampung halamannya di Jember.

Aku meresa kecapekan setelah seharian jalan-jalan dan aku ingin sekali tidur tetapi entah kenapa aku tidak bisa memejamkan mataku ini. Lalu aku mempunyai sebuah ide untuk menelepon temanku Citra dan mengobrol dengannya.

Telepon Citra diangkatnya lalu awalnya kami ngobrol biasa-biasa saja, tetapi tidak tahu kenapa tiba-tiba Citra nafasnya memburu dan terdengar teriakan-teriakan suara seorang cowok yang sepertinya suara dari pacar Citra. Aku tidak hanya mendengar suara-suara teriakan kesakitan, tetapi kuga seperti merasakan sesuatu kenikmatan dan telepon pun diputuskan oleh Citra.

Pikiranku melayang entah kemana-mana dan aku mulai memikirkan tentang seseorang yang sedang berhubungan badan. Aku semakin terangsang setelah mendengar suara Citra, juga khayalanku sendiri dan aku pun membuat kaos ketatku, BH, serta celana dalam. Aku lalu meremas-remas sendiri payudaraku dan memasukkan jari tanganku ke dalam lubang memekku. Aku kocok memekku hingga aku mencapai orgasme di tempat tidur. Puas dengan orgasmeku, aku lalu memakai kembali bajuku dan berencana untuk pergi makan malam.

Aku cari supirku kemana-mana tapi tidak ada, hingga akhirnya aku temukan dia dikamarnya sedang tidur. Dia tertidur pulas dengan hanya mengunakan kaos tanpa lengan dan sarung. aku mau membangunkan dia tetapi melihat dia tertidur pulas aku pun mengurungkan niatku untuk membangunkannya. Kasihan dia mungkin karena kecapekan setelah mengantar aku seharian jalan-jalan pikirku.

Sebelum aku meninggalkan kamarnya, tiba-tiba mataku tertuju pada sebuah tonjolan yang ada dibalik sarungnya sehingga membuat aku ingin mengetahui bagaimana wujud dari tonjolan itu. Aku beranikan diri untuk melihat tonjolan itu dari bawah, lalu aku singkapkan sarungnya secara perlahan. Aku terkejut melihatnya karena dia tidak memakai celana dalam sehingga aku bisa melihat dengan leluasa kontol yang agak berdiri dan membuat aku ingin memegang, mengelus, dan mengulumnya.

Aku ingin sekali memegang kontolnya Rian yang bisa dbilang lumayan besar, tetapi aku takut supirku ini nanti terbangun dan dia akan marah terhadapku. Dengan tangan yang gemetaran bercampur dingin dan jantung yang berdetak kencang, aku beranikan diri untuk memegangnya. Aku singkapkan sarungnya lebih keatas dan aku pun mulai memegangnya, terasa hangat dan membuat tanganku yang tadinya dingin menjadi hangat.

Aku semakin tertarik untuk menikmatinya lagi, lalu aku elus pelan berkali-kali kontolnya hingga berdiri dan semakin panjang dan besar kontolnya Rian. Jantungku semakin berdetak kencang tetapi keinginanku untuk melakukan yang lebih lagi juga semakin besar, maka aku putuskan untuk mencoba mengulumnya. Ku jilati secara halus dan memberikan gigitan kecil pada buah zakarnya yang berwarna kecoklatan hingga membuat aku makin bernafsu. Sedikit demi sedikit aku mulai menuju kontol yang telah berdiri tegap itu.

Aku masukkan secara perlahan terasa hangat yang disertai rasa asin dan masuklah kontol itu sampai pada ujung tenggorokanku. Aku coba masuk dan keluarkan sehingga membuat tubuhku mengeluarkan keringat yang diikuti rasa gemetaran. Payudaraku terasa semakin membesar dan mengeras sehingga membuat BH-ku rasanya sesak serta memekku yang terasa sudah mulai mengeluarkan cairan. Aku pun semakin tidak bisa menahan nafsuku yang sudah memuncak, lau aku semakin mempercepat kulumanku sehingga membuat kontol Rian semakin licin karena air liurku.

Disaat aku sedang keenakan melakukan kuluman di kepala kontol Rian. Tiba-tiba aku terkejut oleh teriakan supirku dan mencabut kontolnya dari mulutku. Dia lalu berdiri dan memarahi aku, dia merasa bersalah pada orang tuaku karena membiarkan aku melakukan hal ini.

Aku pun tidak mau menyerah begitu saja dan karena aku tidak bisa menahan nafsuku lagi yang seperti mau meledak. Aku pun mengancam supirku dengan mengatakan kepada Papaku bahwa aku telah diperkosa oleh Rian juga akan mengatakan kepada istrinya kalau tidak mau melayani keinginanku. Dia ketakutan dan menyerah kepadaku. Aku pun tidak menyia-nyiakannya langsung saja aku melepaskan sarungnya dan aku jongkok didepannya. Kulihat wajah supirku terlihat kesedihan tetapi aku tidak memperdulikannya.

Aku tidak peduli bagaimana perasaan Rian supirku, aku hanya ingin kenikmatan seperti yang telah temanku rasakan. Aku ingin membuat dia agresif terhadapku dan melupakan istrinya sesaat karena keinginanku itu aku mulai melakukan rangsangan terhadapnya. Kukulum lagi kontolnya yang telah lemas tanpa canggung dan takut lagi pada supirku. Kupercepat kulumanku sehingga membuat kontolnya kembali berdiri tegak.

Aku sangat menikmati dengan menjilati kontolnya, “Eeehh,,,, enak…. Uuuuhhh…” erang Rian. Aku merasa bahagia karena membuat dia mulai terangsang dan menunjukkan ke agresifannya. Supirku mendesis menikmati kulumanku. “Ouuuhhh… terus… cepat…. Ouuuhhh … Rani….” desis Rian yang sedang merasakan keenakan.

Hanya itu saja kata-kata yang keluar dari mulut Rian. Aku pun jadi semakin bersemangat dan mempercepat kulumanku. Hingga beberapa kuluman kontolnya terasa semakin membesar dan menegang juga disertai denyutan. Tidak lupa dia memegang kepalaku lalu menjambak rambutku dengan kasar, dia semakin memaju mundurkan kepalaku dan aku pun semakin bersemangat karena aku tahu dia akan sampai.

“Aaaaakkkhhh…. aaa… aakuu sampai ….. aku sampai Rani… Oouuuuuhhh…” teriak dia sambil memuncratkan spermanya ke mulutku hingga mulutku tidak muat untuk menampungnya. Spermanya terasa hangat, asin dan baunya membuat diriku ingin memuntahkan semua sperma itu dari mulutku, tetapi dia menarik kepalaku lalu mencium bibirku. Beradunya lidah kami itu sangat bergairah hingga membuatku dengan terpaksa menelan semua spermanya untuk mengimbangi permainan lidah itu.

Aku merasa kerepotan untuk mengimbanginya karena baru kali ini aku dicium oleh cowok. Dia terus melumat bibirku dan tangannya kini mulai menyelinap masuk ke dalam kaos bajuku. Tangannya terus menulusuri payudaraku lalu diremas-remasnya sehingga membuat nafsuku semakin memburu yang disertai denyutan jantung yang cepat. Dia semakin agresif dengan membuat kaos ketaku, rok, BH dan celana dalamku.

Terbukalah sudah apa yang selama ini aku tutupi. Aku merasa risih karena baru kali ini aku telanjang bulat dihadapan cowok sehingga tanganku pun secara spontan menutup memek dan payudaraku. Tetapi karena nafsuku yang semakin memuncak maka aku biarkan tubuhku telanjang dan aku pun dengan agresif melucuti kaosnya.

Sekarang kita benar-benar telanjang bulat, kita saling berhimpitan sehingga kontolnya yang telah mengacung itu menempel pada memekku. Aku ingin sekali merasakan kontol itu masuk ke memekku dan aku telah mencoba memasukkannya, tapi tidak bisa. Dengan terpaksa aku hanya mengesek-gesekkan kontolnya ke memekku dan itu membuat aku semakin bernafsu.

Setelah dia puas mencium aku, dia turun ke bawah menuju kakiku. Dia menciumi kakiku sampai ke memekku. Dia menjilati memekku, menyedot memekku dan juga memberikan gigitan kecil pada memekku sehingga membuat aku tidak bisa menahan getaran tubuhku.

Semakin dia mempercepat jilatannya semakin keras pula erangan serta desisan yang keluar dari mulutku. Tanganku berpegangan pada kepalanya dan aku pun menekan kepalanya serta mengangkat salah satu kakiku kepundaknya agar bisa semakin masuk ke memekku. Jilatan dia membuat aku tidak bisa lagi menahan tubuhku sendiri. Tubuhku melengkung ke belakang dan kepalaku mendongak keatas yang disertai keringat yang semakin mengucur deras.

“Aaaahh…. Ooouuhhh…” desisku menahan kenikmatan.

Dia terus menjilati memekku sehingga membuat aku semakin tidak tahan, “Oouuhh… yes…. Uuhhhh…. Aku keluar Bang..” dan aku pun mengalami orgasmeku yang pertama. Aku merasa kenikmatan yang luar biasa karena baru kali ini mengalami orgasme bersama cowok. Supirku menghisap-hisap memekku hingga terasa kering. Nafsuku yang tadinya memburu sekarang sudah mulai reda. Aku yang telah mengalami orgasme terasa badanku lemas tetapi Rian masih saja bersemangat. Dia lalu mengendongku ke tempat tidur dan menjatuhkanku.

Tak lama kemudian, Rian lalu menjilati kedua payudaraku yang berukuran sedang, puting bersih kemerahan. Di kulut, disedot, diremas dan juga digigit-gigitnya payudaraku kiri dan kanan. Permainan lidahnya sanggup menaikkan kembali nafsuku. Rian sangat menikmati payudaraku dan dia selalu memuji kedua gunungku yang kenyal dan kencang itu.

Aku yang ingin kembali menikmati kontol Rian segera aku menjatuhkan tubuh Rian disampingku. Aku menindihnya dengan memekku menghadap ke muka Rian dan kita pun saling melakukan rangsangan. Aku kembali mengulum kontlnya sedangkan dia menjilati memekku. Permainan lidahnya yang liar di lubang memekku membuat aku tidak kuasa menahan birahku yang mau meledak. Dan dengan segera aku pun meminta Rian untuk segera memasukkan kontolnya ke dalam lubang memekku dan dia pun mengiyakannya.

Aku membalikkan badan dan sekarang kontol itu tepat di bawah memekku. Aku menuntun kontol itu dan mengarahkannya ke lubang memekku, tetapi aku tidak bisa memasukkannya karena kesulitan meski lubang memekku sudah basah. Kontol Rian seperti tidak mau masuk, arah kontolnya selalu ke kanan atau ke kiri. Rian pun membantuku, dia memegang kontolnya sedangkan tanganya yang satu lagi menuju ke memekku dan memasukkan jarinya ke lubang memekku.

Aku pun terkaget dan berteriak, “Aaauuwww…” Jarinya terus maju mundur dan seperti mengocok memekku, Rian mengeluarkan jarinya lalu mencoba memasukkan kontolnya ke dalam lubang memekku. Secara mengejutkan kontol itu masuk dengan mudah, aku merasakan nyeri disekitar lubang memekku dan berteriak, “Aaauww… Oouuuhhh…” Dan mataku melotot serta kepalaku mendongak ke atas. Memekku terasa penuh dan disertai rasa nyeri yang sangat hebat, tetapi Rian duduk menghiburku dan mencium bibirku lagi.

Dia menyuruhku menaik turunkan pinggulku, tetapi itu sangat kesulitan bagiku karena baru yang pertama aku melakukannya. Aku mencoba naik turun perlahan dan rasanya nikmat sekali merasakan dua alat kelamin bergesekkan, tetapi aku tetap merasakan ada rasa nyeri.

Dengan gerakan naik turun pinggulku itu membuat lubang memekku terasa basah dan akhirnya aku pun sudah deengan lancar mengimbangi gerakannya. Melihat itu Rian semakin bersemangat. Dia mulai meremas payudaraku dan mulai melakukan kocokan dengna cepat. Lama kelamaan rasa nyeri itu berubah menjadi rasa nikmat tiada duanya dengan cepat aku menaik turunkan pinggulku. Gesekkan itu sangat nikmat ditambah lagi remasan jari tangan Rian di kedua payudaraku.

“Uuuggghhh…. Uuuugghhh… Ooouuhhhh….” aku terus mendesis keenakan.

Malam yang sunyi kembali berisik oleh suara persetubuhan serta suara teriakanku. Kulihat Rian sesekali memejamkan matanya seraya menahan kenikmatan karena gerakan pinggulku. Hingga beberapa lama kita tetap pada posisi itu dan aku pun merasakan sesuatu yang mau meledak dari lubang memekku.

“Aaaakkkhhh… Oouuuhhhh….. aku sampai Bang Rian…” aku pun merasakan orgasme yang kedua kalinya.

Tenaga yang habis membuat aku tidak dapat menahan tubuhku dan aku pun jatuh dalam pelukan Rian supirku. Dengan kontol yang masih menancap di lubang memekku, Rian membalikkanku hingga dia berada di atas. Dia kembali menyodok-nyodok kontolnya ke dalam lubang memekku yang telah kelelahan untuk mengimbangi gerakannya yang masih memburu. Dia pun ingin skali mengalami orgasme pertamanya, maka aku pun siap melayaninya lagi walau tenagaku sudah habis.

Rian merasa belum terpuaskan dengan posisi seperti itu. Makanya dia memintaku untuk duduk dipangkuannya dan dia dengan semangat kembali menyodok-nyodok lubang memekku. Aku yang sudah lemas masih mencoba mengimbangi sodokannya, aku mencoba memaju mundurkan pantatku walaupun sudah lemas. Dia semakin semangat untuk mencapai puncak orgasmenya dan terus-terusan tanpa ampun menyodok dengan ganas. Dia juga tidak lupa merangsangku dengan mulutnya mengigit payudaraku.

“Ouuuhhh… Ouuuuhhh…Uuuuuggghhh…” aku pun dibuatnya tidak berdaya dan lagi-lagi aku orgasme yang ketiga kalinya. “Uuhhh… Ouuuhhh…. Kamu hebat Bang Rian… Uuuugghh..”

Dengan orgasmeku yang ketiga, tubuhku semakin lemas tidak berdaya. Posisi kami tetap duduk dan aku terus saja memuji dia, “Kamu hebat Bang Rian,” kataku.

Rian menyuruhku untuk menungging, dengan lemas dan antara sadar dan tidak aku masih menurutinya. Dia masih tidak bosan mengerjai memekku. Dia masih dengan semangat tetap menyodok-nyodok serta meremas payudaraku dan kadang-kadang meremas pantatku. Jarinya juga masuk ke dalam lubang anusku.

“Ouuuuhhh…. Ouuuuhhh…. Aaaakkkhhh…” erangku semakin menikmati. Dengan kasar dia terus menyodok lubang memekku dan juga anusku dan kocokan dari anus serta memekku membuat tubuhku semakin tidak karuan dibuatnya. “Ouuuuhh…. Ouuuhhh…. terus Bang…..” Tidak berselang lama aku merasakan lagi orgasmeku yang keempat kalinya. “Aaakkkhhh… kamu hebat Bang Rian… aku dapat…. Uuuuggghhh….”

Dan dia pun mengalami orgasme yang pertama dengan menyemprotkan spermanya yang masih banyak. Semprotannya membuat mataku terbelalak dan aku pun merasakan kenikmatan. Cairan kental itu tidak dapat tertampung di dalam lubang memekku sehingga mulai meleleh ke sprei.

Kami berdua pun bersamaan terjatuh di tempat tidur, Rian berada disampingku dan dia masih mencium serta meremas pantat dan payudaraku. Setelah nafasku mulai reda, aku pun langsung keluar dari kamarnya dengan tubuh yang masih telanjang dan berjalan dengan gontai.

— S E L E S A I —

Jangan lupa di share ya Cerita Sex Kuatnya Kontol Perkasa Supir Pribadiku … Dibaca juga kisah¬†Cerita Sex Aku Tak Berdaya Dientot Anak Kandungku … Dan nantikan cerita-cerita yang lebih horny dan sange dari kami www.ceritapv.com selanjutnya. Cerita Sex Sedarah 2018

One thought on “Cerita Sex Kuatnya Kontol Perkasa Supir Pribadiku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: