REJEKIPOKER
PERKASA99
BADUTQQ
GADISQQ
BABEQQ
KEPOQQ
BUNGAQQ
TATOQ
BAJUPOKER
SEHATPOKER

Cerita Sex Aku Tak Berdaya Dientot Anak Kandungku

Kumpulan Cerita Sex dan Sange 2018 – Cerita Penis Vagina adalah cerita sex panas terbaru 2018 dengan Cerita Sex Aku Tak Berdaya Dientot Anak Kandungku. Situs ini dikhususkan untuk orang dewasa saja yang berisikan cerita-cerita seru dan terlengkap untuk usia 18 tahun keatas yang dapat meningkatkan nafsu birahi jika ingin mastrubasi atau bersetubuh dengan lawan jenis anda. Selamat membaca.

Cerita ini pada awalnya bermula ketika malam itu disebuah gubuk di desa terpencil, sebut saja Desa Gagapan hujan turun dengan deras. Suci terbangun dari tidurnya ketika merasakan tetesan air hujan dikeningnya. Bocor lagi pikirnya, dia lalu bangun dan berniat mengambil ember untuk menampung tetesan air hujan dari atas yang bocor. Namun seketika dia kaget mendapati tubuhnya bagian bawah bugil tidak tertutup selembar benang pun. Celana dalamnya tercampak begitu saja diujung kakinya.

Apa yang terjadi pikirnya. Dia semakin tidak mengerti ketika merasakan lengket diselangkangannya. Dengan ujung jari disekanya belahan memeknya lalu diciumnya. Bau air mani pikirnya, air mani siapa?. Dadanya bergemuruh seketika. Ditatapnya anak laki-lakinya tidur disampingnya. Apakah Nando yang melakukan ini? Pikirnya. Dia tidak mampu menjawab pertanyaan itu, dengan perasaan gelisah ditutupinya tubuhnya itu dengan sarung, lalu mengambil ember dan menampung air hujan yang menetes.

“Ndo…. geser kesana nak, bocor!” ucapnya sembari menguncang-guncang tubuh Nando yang sepertinya tidur terlelap. Lalu Suci ikut berbaring disamping anaknya. Pikirannya maki tidak menentu dengna kejadian yang barusan menimpanya.

Sejak Suci ditinggal pergi suaminya, dia memang hanya tinggal berdua bersama Nando digubuk itu. Hanya gubuk hancur itu harta yang ditinggalkan suaminya, ditambah sebidang kebun karet yang ada disekelilingnya untuk menjadi tumpuan hidup mereka. Karena memang tidak di tanah kebun, membuat mereka cukup jauh dari tetangga, hanya sesekali ada warga yang mampir kegubuk mereka tersebut. Namun, meskipun demikian dia tidak pernah absen mengikuti kegiatan warga, sehingga hubungan mereka dengan warga lainnya tetap terjalin dengan baik.

Ditengah kegelisahannya, tidak sengaja Suci melihat bayang-bayang kontol Nando. Muncul keinginan dihatinya untuk memeriksa kontol anaknya itu. Rasa penasaran atas kejadian yang menimpanya tersebut membuatnya nekat memeriksa kontol Nando. Dia tidak ingin membangunkan Nando, dengan hati-hati diturunkannya celana Nando dan meloloskan kontolnya.

Dadanya terasa sesak ketika menyentuhnya, kontol Nando terasa lengket dan licin. Suci semakin yakin kalau Nando benar-benar telah menyetubuhinya ketika mencium bau amis dari kontol Nando. Ya ampun.. Nando apa yang telah kamu lakukan pada Mama…. mama kandungmu sendiri! Mengapa aku tidak sadar saat itu? Kepalanya terasa pusing, matanya berkunang-kunang. Sepertinya Nando tidak sempat lagi membersihkan kontolnya setelah menyetubuhinya.

Setelah merapikan kembali celana Nando, dia lalu berbaring disampingnya dan hanyut dalam lamunan. Ada rasa sesal dihatinya. Mengapa selama ini tidak terpikir olehnya akan kejadian seperti ini. Dalam pikirannya Nando masihlah anak kecil yang belum mengerti apa-apa tentang sex. Sungguh tidak terduga, malam ini Nando menyetubuhiny, Mama kandungnya sendiri.

Selama ini Suci memang tidak sungkan untuk berpakaian seksi didepan anaknya. Ketika ganti pakaian, tidak jarang dia telanjang didepan Nando, bahkan tidur pun mereka masih bersama. Mungkin karena Nando adalah anak kandungnya sendiri, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tidak terpikir olehnya Nando akan terangsang padanya bahkan sampai nekat menyetubuhinya. Namun sekarang penyesalan itu telah terlambat. Tidak ada lagi yang perlu disesalkan, justru lama-lama dia malah terangsang membayangkan persetubuhan terlarang itu.

Semakin lama menjanda, membuatnya begitu mudah terangsang. Terbayang olehnya kontol Nando mengobok-obok memeknya, membuat gairahnya untuk bersetubuh menggelora. Perang batin terjadi dalam dirinya. Haruskah aku lakukan ini dengan anak kandungku sendiri, pikirnya.

Gila!! Tidak mungkin. Tidak mungkin aku bersetubuh dengan anak kandungku sendiri. Tapi.. semua sudah terlanjur, bukankah dia juga telah menyetubuhiku, dan mengapa tidak aku nikmati saja kesempatan ini. Kepalanya terasa pusing memikirkannya, berulang kali dia menarik nafas dalam-dalam mencoba menenangkan pikirannya.

Kejadian itu menjadi dilema baginya diantara kesadarannya sebagai seorang ibu, dengan keinginannya membiarkan kelakuan Nando guna melampiaskan birahinya yang telah lama terpendam. Malam itu Suci sangat gelisah, dia baru bisa tidur menjelang subuh.

Keesokan harinya dia bersikap seperti biasa kepada Nando seakan tidak pernah terjadi apa-apa diantara mereka. Dia tidak ingin membuat Nando merasa malu kepadanya. Tapi semenjak kejadian semalam, Suci merasa ada keanehan dalam dirinya. Dia terangsang pada putra kandungnya itu.

Hari itu terasa begitu panjang baginya, tidak sabar rasanya Suci menunggu malam, menanti kenakalan apa lagi yang akan dilakukan Nando kepadanya malam ini. Malam harinya ketika makan malam, Suci merasa tidak berselera untuk makan. Dia hanya mengamati Nando menyantap hidangannya.

Ditatapnya anaknya tersebut, ada rasa bangga dihatinya melihat Nando yang telah tumbuh dewasa. Dalam perasaannya baru saja beberapa waktu yang lalu Nando masih dimandikannya. Tapi sekarang tubuhnya sudah sama tinggi dengannya. Sebaliknya Nanto yang merasa diperhatikan seperti itu merasa kikuk.

“Ada apa Ma, kok memperhatikan Nando kayak gitu?” tanyanya.

“Ngak ada apa-apa Ndo… Mama senang saja melihat kamu sudah dewasa sekarang, apa kamu sudah punya pacar?” tambahnya.

“Belum Ma,” jawab Nando singkat.

“Kenapa belum? Cari dong, biasanya remaja seusiamu paling ngak tahan melihat wanita,” ujarnya.

Namun Nando hanya diam saja dan terus saja menyantap hidangannya, “Mencium wanita, apa pernah?” pancingnya lagi.

“Sudah kok… waktu masih sekolah dulu,” jawab Nando. Cerita Ngentot Mama Kandung

Sebenarnya Nando mulai risih dengan pertanyaan Mamanya itu, namun tetap menjawab. Sebaliknya Suci makin nekat memancingnya. “Kalau gini?” desaknya sambil menggesek-gesekkan jari telunjuknya dipahanya.

Nando tersedak mendengar pertanyaan Mamanya tersebut. Suci cepat-cepat mengambil air minum lalu menyodorkan kepada Nando, “Pelan-pelan Ndo makannya,” ujarnya. Nando menerima dan meminumnya.

“Mama kok tanya yang begitu sih?” ujarnya dengan wajah yang tampak jenuh.

“Ngak apa-apa Ndo, kamu kan sudah dewasa, Mama mau tahu saja barangkali saja kamu pernah begituan,” ujar Suci dan dadanya bergemuruh saat mengucapkan itu.

“Emangnya kayak gitu rasanya gimana sih Ma?” tanya Nando entah kenapa birahinya mulai terpancing dengan pertanyaan Mamanya itu.

“Entahlah Ndo, Mama sudah lupa, karna sudah lama ngak gituan,” jawabnya sambil tersenyum penuh arti dan memeknya sudah terasa basah.

“Apa kamu mau coba?” pancing Suci lagi.

“Hmmm… emangnya bisa Ma, dengan siapa?” tanya Nando dan seakan tidak percaya mendengar ucapan Mamanya itu.

“Ya dengan pacarmu dong, masak dengan Mama,” jawan Suci.

“Nando kan ngak punya pacar Ma,” desah Nando kecewa.

“Kalau sama Mama ngak boleh ya Ma?” tanya Nando.

Dia takut sekali waktu itu kalau Mamanya akan marah. Namun birahinya membuatnya nekat. Diluar dugaannya Mama sama sekali tidak marah, malah ngusap-usap rambutnya dengan kasih sayang.

“Ndo.. Ndo… masa Mama mau kamu entoti. Mama sudah tua, sudah kendor,” selorohnya. Membuat Nando semakin bertekat untuk menyetubuhi Mama kandungnya tersebut.

Sebenarnya Nando sudah lama terangsang melihat tubuh Mamanya, Tidak jarang dia merabanya saat Suci lagi tidur. Bahkan kerap kali dia mengocok kontolnya dan melepaskan spermanya itu dibelahan memek Mamanya. Seperti malam itu, tidak puas hanya menyemprotkan dibelahan memek Mamanya, dia mencoba memasukan kontolnya itu ke lubang memek Suci dan melepaskan spermanya di sana. Nikmat jepitan lubang memek Mamanya membuat Nando ketagihan. Namun dia tidak berani berlama-lama melakukannya karena takut Mamanya terbangun.

Malam harinya, sekitar jam 2 dinihari, Suci tersentak dari tidurnya ketika merasakan ada sesuatu yang membelai selangkangannya. Dan kaget ketika mendapati Nando tengah mengoral lubang kewanitaannya. Belum lagi dia sadar sepenuhnya dengan apa yang sedang terjadi, tubuhnya telah menengang ketika merasakan lumatan lidah Nando dilubang memeknya. Lidah Nando bergerak liar memainkan itilnya dan membuat tubuh Mamanya tersentak-sentak kegelian.

“Nando… Jangan Ndo… cukup…. Mama ngak tahan, ucap Suci dengna nafas yang tersengal-sengal.

Namu larangan itu tidak dipedulikan oleh Nando. Malah anaknya semakin bernafsu melumat memek Mama kandungnya itu. Suci mengerang-erang lirih, pinggulnya bergerak liar menyambut jilatan Nando dilubang memeknya. Lama tidak disentuh lelaki membuatnya tidak kuasa menolak sentuhan Nando ditubuhnya. Kurang lebih lima menit Nando mengoral memek Mamanya, akhirnya Suci mengerang keras melepaskan orgasmenya.

“Oooohh.. Ndo…. Oohhh…. nakk…. Mama tidak kuat… Uuuhhhhh…” lenguhnya lalu terkulai lemas.

Kesadarannya muncul seketika, air mata pun menetes dipipinya, ada rasa sesal dihatinya sebagai seorang Mama, kenapa dia tidak mampu menolak keinginan Nando dan bahkan menikmatinya.

“Nando… jangan… Ini Mama!! Jangan…. lakukan itu pada Mama, apa kamu mau jadi anak durhaka! Nando… Jangann!! Oooohhh…. Uuggghhh….” erang Suci.

Dia berusaha mencegah, namun dia kembali hanya bisa mendesah lirih ketika perlahan kontol Nando memasuki lubang memeknya. Kontol Nando terasa begitu ketat mengisi setiap inci lubang memeknya.

“Ooohhh Ma, enak banget memek Mama….” desah Nando merasakan hangatnya lubang memek Suci dikontolnya.

Lalu dia mulai menggerakan pinggulnya naik turun, membuat kontolnya keluar masuk dilubang memek Mamanya. “Ooohhh… Maa…. Enak Ma…. Enak banget memek Mama… Oooohhh…” rancau Nando mesum.

Dia menarik nafas dalam-dalam, ada rasa marah dihati Suci mendengar kata-kata kurang ajar Nando. Kata-kata yang tidak seharusnya diucapkan oleh seorang anak kepada Mamanya. Namun dia hanya bisa pasrah, dia memang tidak pantas untuk dihormati, Mama macam apa yang membiarkan anak kandungnya sendiri menyetubuhinya bahkan menikmatinya.

Nando kembali mulai menggerakkan tubuhnya naik turun. Kontolnya bergerak keluar masuk ke dalam lubang memek Mama kandungnya itu. Suci pun tidak kuasa menahan rangsangan birahinya. Rasa nikmat yang luar biasa dia rasakan ketika setiap inci kontol Nando menyodok-nyodok lubang memeknya. Dan dia pun tidak lagi memikirkan jika yang menyetubuhinya saat itu adalah anak kandungnya sendiri. Yang ada dipikirannya saat itu hanya ingin menikmati kenikmatan itu sepuasnya.

“Aaaahhh… Ndo…. Ooohhh…. Ooohhh….. Terus…. entotin Mama…. Masukin yang dalam nak…..” Suci mendesah-desah lirih menikmati sodokan kontol Nando di memeknya.

Sementara Nando semakin bernafsu mendengar perkataan kotor dari Mamanya itu, “Ma buka baju Mama.. nando mau menghisap susu Mama,” ucapnya.

Kurang lebih 20 menit Mama dan anak kandung ini bersetubuh, menikmati gairah terlarang tersebut hingga akhirnya Nando mengerang lirih merasakan sesuatu yang nikmat mendesak ingin keluar dari kontolnya.

“Ooohhh…. Ma… nikmat banget…. Nando tidak tahan Ma….” lenguhnya.

“Mama juga mau sampai,” jawab Suci sambil pinggulnya bergerak liar menyambut sodokan demi sodokan kontol Nando.

“Nando sampai Ma..” ujar Nando dengan nafasnya yang makin memburu.

“Jangan di dalam Ndo… Mama tidak mau mengandung anakmu,” jawab Suci.

Namun larangan Suci tidak lagi didengarkan oleh Nando, dia semakin mempercepat kocokan kontolnya di dalam lubang memek Mamanya. “Oooohh… Maa… Oooh…. Nando ingin di dalam Ma….” erangnya seraya membenamkan kontolnya dalam-dalam ke lubang rahim Mamanya.

“Jangan nak…. Jangan…. Aaaahhh….. sssrrrhhhh… Ooohhh… ” Suci berusaha mencegah, namun rasa nikmat yang dirasakannya membuatnya tidak sepenuh hati menolaknya.

“Aaahhhhh…. Mama sampai…. Oooohhhh…..” desahnya.

Bersamaan dengan itu dia merasakan semburan air mani Nando memenuhi lubang rahimnya. “Croooot….. Croooottt… Croooottt..” Begitu hangat dan nikmat membuat jiawanya terasa melayang di awan-awan. Dengan mata terpejam dipeluknya erat-erat Nando seakan tidak ingin melepaskannya lagi dari tubuh anaknay itu.

“Ndo….. tolong jaga rahasia ini, jangan sampai diketahui orang lain, kamu mengerti?” ujar Suci.

“Iya Ma, Nando mengerti. Nando berjanji” jawab Nando.

Setelah kejadian itu rasa sesal kerap menghantui Suci. Dia memang kesepian, namun haruskah dia melampiaskan kepada anak kandungnya sendiri, darah daginnya itu. Bukankah itu dilarang? Apalagi ditengah masyarakat. Dia berketat untuk tidak lagi mengulanginya kembali.

Namun kesadarannya itu ternyata tidak mampu dia pertahankan ketika Nando kembali meminta untuk menyetubuhinya. Seperti malam itu, dia tidak kuasa menolak ketika Nando memeluk erat tubuhnya. Suci hanya bisa diam ketika tangan Nando menyelinap kebalik sarung batiknya dan mengelus-elus memeknya. Nafasnya memburu dan memeknya pun terasa basah.

Dia hanya bisa mendesah ketika dengan rakus anak kandungnya mencumbu tubuhnya, tidak satu inci pun tubuh Suci luput dari jilatan Nando dan membuatnya kembali merasa muda dan merasakan nikmat.

“Oooohhh… Nando… sudah…. Mama sudah ngak tahan….. masukin sekarang…” rengeknya.

Nando lalu menindih Suci, dan memasukkan kontolnya ke lubang memek Mama kandungnya itu. “Ooooohhh… Ma…. hangat banget memek Mama… Nando pengen lama-lama ngentotin Mama…” rancaunya.

“Puaskan dirimu sayang… entotin Mama sepuasmu,” jawab Suci.

Lalu dengan penuh nafsu dilumatnya bibir Nado sementara pinggulnya bergerak liar menyambut sodokan kontol Nando. Keringat bercucuran dari tubuh keduanya, desahan-desahan kenikmatan terdengar dari mulut keduanya. Nikmatnya persetubuhan antara Mama dan anak kandungnya sendiri.

“Ooohhh…. Ooooohhh….. Ndo… kamu nakal sekali…” racau Suci.

“Memek Mama nikmat sekali…. Nando ingin kontol Nando lama-lama di dalamnya,” balas Nando.

“Dulu kamu juga keluar dari sana sayang… Uuugghhh…” racau Suci.

“Nando sayang Mama… Nando ingin terus ngentot dengan Mama…” jawab Nando.

Keduanya pun berciuman dengan panas, hingga akhirnya Suci menjerit kecil ketika merasakan semprotan cairan mani dari Nando membanjiri rahimnya. Keduanya lalu terkulai lemas.

“Nikmat banget Ma….” desah Nando.

Suci hanya tersenyum sambil mengacak-acak rambut anak kandungnya. “Dasar anak nakal.” ujarnya sambil tersenyum puas.

— S E L E S A I —

Jangan lupa dishare ya Cerita Sex Aku Tak Berdaya Dientot Anak Kandungku …. Dibaca juga kisah Cerita Sex Ngentot Dengan Keponakan Nakalku … Dan nantikan cerita-cerita yang lebih horny dan sange dari kami www.ceritapv.com selanjutnya. Cerita Sex Sedarah 2018

One thought on “Cerita Sex Aku Tak Berdaya Dientot Anak Kandungku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: