Nama Situs
Games
Deposit Promo Link Daftar
RejekiPoker Poker, DominoQQ, AduQ, Capsa Susun, BandarQ, Bandar Poker, Sakong Rp 20.000 Bonus CashBack 0.3% - 0.5%
Bonus Referal 20%
Klik Di sini
RejekiPoker
BadutQQ Poker, DominoQQ, AduQ, Capsa Susun, BandarQ, Bandar Poker, Sakong Rp 15.000 Bonus CashBack 0.3%
Bonus Referal 20%
Klik Di sini
BadutQQ
GadisQQ Poker, DominoQQ, AduQ, Capsa Susun, BandarQ, Bandar Poker, Sakong Rp 15.000 Bonus CashBack 0.3%
Bonus Referal 20%
Klik Di sini
GadisQQ
BabeQQ Poker, DominoQQ, AduQ, Capsa Susun, BandarQ, Bandar Poker, Sakong Rp 20.000 Bonus CashBack 0.5%
Bonus Referal 20%
Klik Di sini
BuabeQQ
BungaQQ Poker, DominoQQ, AduQ, Capsa Susun, BandarQ, Bandar Poker, Sakong Rp 20.000 Bonus CashBack 0.5%
Bonus Referal 20%
Klik Di sini
BungaQQ
KepoQQ Poker, DominoQQ, AduQ, Capsa Susun, BandarQ, Bandar Poker, Sakong Rp 20.000 Bonus CashBack 0.3%
Bonus Referal 20%
Klik Di sini
KepoQQ
JadwalPoker Poker, Ceme, Capsa Susun, DominoQQ Rp 15.000 Bonus TurnOver 0.5%
Bonus Referal 20%+10%
Klik Di sini
JadwalPoker
Perkasa99 Poker, DominoQQ, AduQ, Capsa Susun, BandarQ, Bandar Poker, Sakong Rp 20.000 Bonus CashBack 0.5%
Bonus Referal 20%
Klik Di sini
Perkasa99
DepoQQ Poker, DominoQQ, AduQ, Capsa Susun, BandarQ, Bandar Poker, Sakong Rp 20.000 Bonus CashBack 0.5%
Bonus Referal 20%
Klik Di sini
DepoQQ
TatoQQ Poker, DominoQQ, AduQ, Capsa Susun, BandarQ, Bandar Poker, Sakong Rp 20.000 Bonus CashBack 0.5%
Bonus Referal 20%
Klik Di sini
TatoQQ
TahunQQ Poker, DominoQQ, AduQ, Capsa Susun, BandarQ, Bandar Poker, Sakong Rp 20.000 Bonus CashBack 0.5%
Bonus Referal 20%
Klik Di sini
TahunQQ

Cerita Sex 2018 Ngentoti Mama Tiri yang Kesepian

Kumpulan Cerita Sex dan Sange 2018 – Cerita Penis Vagina adalah cerita sex panas terbaru 2018 dengan Cerita Sex 2018 Ngentoti Mama Tiri yang Kesepian. Situs ini dikhususkan untuk orang dewasa saja yang berisikan cerita-cerita seru dan terlengkap untuk usia 18 tahun keatas yang dapat meningkatkan nafsu birahi jika ingin mastrubasi atau bersetubuh dengan lawan jenis anda. Selamat membaca.

Awal mula cerita ini ketika aku berumur 2 tahun, aku sudah ditinggal Mama kandungku. Ya, Mama kandungku meninggal karena suatu penyakit dan satu setengah tahun kemudian Papa menikah lagi dengan seorang gadis yang bernama Tante Kristi berusia 26 tahun berkulit putih, kala itu usia Papa baru 35 tahun.

Awalnya aku memanggil Mama tiriku ini dengan sebutan Tante, tapi Tante Kristi sendiri yang ngak mau dipanggil Tante, dia maunya dipanggil Mama. Dan dia pun merawatku seperti anaknya sendiri apalagi perkawinannya dengan Papaku baru dikaruniai seorang anak setelah lebih dari sebelas tahun baru mereka mempunyai seorang anak perempuan.

Jadi selama ini Mama Kristi benar-benar menganggapku sebagai anak kandungnya, merawatku dengan penuh kasih sayang dan seingatku Mama Kristi ngak pernah memarahiku. Setelah adik tiriku lahir pun kasih sayang Mama Kristi masih sama.

Kehidupan keluarga kami boleh dibilang cukup secara ekonomi dengan gaji Papa yang sebagai seorang manajer disebuah perusahaan swasta. Apalagi setelah Mama Kristi membuka toko sembako di depan rumah kami sejak 4 tahun yang lalu dan ternyata usahanya juga boleh dikatakan berhasil.

Sayangnya kebersamaan kami dengan Papa berakhir 2 tahun yang lalu. Papaku meninggal dunia akibat kecelakaan karena mobilnya ditabrak truk yang supirnya ngantuk. Kini Mama Kristi pun menjadi single parent, tapi secara ekonomi kami tetap baik. Usaha Mama Kristi pun semakin bagus, kadang kalau aku di rumah aku menyempatkan diri untuk membantunya di toko.

Kasih sayang Mama Kristi pun ngak berubah terhadapku. Dia ngak punya rencana menikah lagi. Kini usiaku sudah 20 tahun dan aku sudah duduk di bangku perguruan tinggi, sedangkan adik perempuanku baru duduk di kelas 4 SD. Usia Mama Kristi kini sekitar 42 tahun. Mama Kristi bukanlah tipe orang yang suka ke salon, tapi memang dia dikaruniai tubuh yang bagus. Walaupun setelah melahirkan adikku, tubuh Mama Kristi sedikit melar jadinya kayak presenter TV, tinggi tubuhnya sekitar 167 cm, tapi kulitnya bagus jadi masih kelihatan seksi.

Seperti biasa setelah makan malam dan buka buku kuliah sambil belajar. Aku menonton acara TV, biasanya setelah menemani adikku tidur, Mama Kristi akan menemaniku nonton TV walaupun kurang dari satu jam.

Benar saja Mama Kristi keluar dari kamar adikku mengenakan daster batik kupu-kupu yang longgar dan menuju ke sofa panjang yang aku duduki. Tapi kali ini Mama Kristie membawa minyak gosok dan menyodorkan ke aku.

“Wan, tolong pijitin kepala Mama ya. Sepertinya kepala Mama agak pusing nih,” kata Mama Kristi menyuruhku memijitnya.

Mama pun langsung merebahkan kepalanya di pahaku yang hanya memakai celana pendek dan aku melakukan apa yang dia suruh. Sambil memijit kepala Mama sambil menonton. Hanya sekitar 15 menit aku memijit kepalanya, tiba-tiba terdengar suara dengkuran halus Mama Kristi, ternyata Mama sudah tertidur dipahaku. Sejenak aku memandang Mama Kristi dan secara refleks tanganku mengusap kepala Mama tiriku.

“Kasian dia kecapean,” ucapku dalam hati.

Dan aku pun tidak berani mengusik tidur Mama Kristi dan aku biarkan dia tidur dipahaku sambil aku terus menonton acara TV. Sesaat kemudian ketika aku lagi asik menonton TV, Mama Kristi bergerak membalikkan badannya kearahku dan tanpa disengaja wajah Mama Kristi menempel pas di atas kepala kontolku yang hanya dilapisi celana pendek tanpa celana dalam.

Memang kebiasaanku kalau mau tidur ngak pernah pakai celana dalam, di tambah lagi posisi tangan Mama Kristi yang ditaruh dikepalanya sehingga memperlihatkan ketiaknya yang putih mulus dan ternyata Mama Kristi ngak pakai BH sehingga tonjolan pangkal payudaranya yang putih menciptakan pemandangan yang menggairahkan.

Awalnya aku tidak memperdulikan itu, tapi karena di TV menampilkan bintang yang memang terkenal keseksiannya membuat mataku kembali melirik ketiak Mama Kristi. Kali ini agak lama aku menikmatinya sehingga tanpa terasa kontolku pun bergerak naik. Dan entah setan dari mana menyuruh tanganku bergerak kearah payudara Mama Kristi dan menyentuh buah dada yang sudah ngak kencang lagi tapi montok. Justru aku merasakan kelembutan yang luar biasa.

Aku mengusap buah dada Mama Kristi beberapa kali dengan lembut dan membuatnya bereaksi. Dengan tarikan nafas panjang Mama membalikkan tubuhnya membelakangi aku. Aku sangat terkejut dan menarik tanganku cepat-cepat karena takut ketahuan oleh Mama Kristi. Ternyata tidak dan Mama Kristi kembali tidur dipahaku, kelembutan payudara Mama tiriku ini membuat pikiranku kacau dan ingin sekali aku menyentuh lagi, tapi aku takut Mama marah sedangkan kontolku terus memberontak.

Dan aku mendapatkan akal, tanganku pertama-tama pura-pura memeluk pinggang Mama Kristi. Ketika Mama tidak bereaksi, pelan-pelan tanganku aku naikan dekat payudara Mama tiriku dan aku sentuhkan bagian bawah pangkal buah dada Mama Kristi. Kembali aku merasakan kelembutan buah dada Mama Kristi yang luar biasa. Ketika Mama tiriku tidak beraksi, jari-jariku mulai mengusap payudara Mamaku dan sesekali aku kenakan putingnya.

Tiba-tiba Mama menarik nafas panjang membuat jari-jariku berhenti beroperasi. Kali ini aku lebih berani atau tepatnya lebih nekat, aku ngak menarik tanganku dari payudara Mama tiriku sambil menunggu rekasi selanjutnya, ternyata kembali Mama tidur.

Birahiku semakin naik membuat aku semakin berani meremas tetek Mama tiriku dan perbuatanku ini membuat Mama tiriku terbangun. Tangannya langsung menangkap tanganku, “Wawan, ngapain kamu?” tanya Mama Kristi dengan suara biasa, tidak membentak sih, tapi membuat aku pucat.

“Mmm… Mmaaaff Ma. Wawan khilaf..” hanya itu saja yang bisa keluar dari mulutku saking takutnya.

“Makanya ngak usah pikir yang macam-macam… dah tidur sana… Mama juga mau tidur,” katanya sambil pergi dan menuju kamarnya dan aku masih terpaku ketakutan sekaligus malu.

Aku sadar setelah mendengar suara pintu kamar Mama Kristi yang ditutup “Glekkk!” Aku segera mematikan TV dan mengejar Mama tiriku, “Ma… Ma…” panggilku dari luar kamar.

Dan Mama tiriku muncul dari balik pintu, “Ada apa lagi Wan?” tanya Mama tiriku dengan nada lembut seperti biasanya tidak pernah terjadi apa-apa.

“Sekali lagi Wawan minta maaf ya Ma,” kataku sambil memegang dan mencium tangannya.

“Iya.. Ya sudah sana tidur,” jawab Mama tiriku.

“Boleh aku tidur sama Mama ngak? tanyaku.

Dulu ketika ada Papa, aku suka tidur bareng mereka walaupun aku sudah ada kamar sendiri dan sudah besar.  Terakhir aku tidur bareng mereka 2 minggu sebelum Papa meninggal dan biasanya Papa yang mengalah tidur di kasur kecil di bawah.

“Oke, tapi karena kamu habis melakukan kesalahan, kamu harus tidur di bawah” kata Mama tiriku.

Dan aku pun tidur dibawah seperti kebiasaan Papa kalau kami tidur bertiga. Aku ngak bisa langsung tertidur dan masih teringat peristiwa tadi tapi aku berpura-pura tidur. “Wawan.. Wan… bangun. Kamu tidur diatas aja.. nanti kamu masuk angin,” kata Mama tiriku membangunkanku dan aku melihat jam setengah 12, berarti baru sekitar setengah jam aku pura-pura tidur. Aku langsung naik ke tempat tidur Mama tiriku.

“Makasih Ma.” sambil tersenyum aku cium pipinya.

“Supaya cepat tidur, kamu balik sana membelakangi Mama,” katanya. Aku pun melakukan apa yang dia suruh. Disini lebih sulit lagi tidur tapi aku ngak mau membuat Mama marah jadi aku pura-pura tidur saja.

Hampir setengah jam aku tidak bergerak membelakangi Mama, tiba-tiba aku merasakan gerakan springbed karena Mama merubah posisi tidurnya dan aku pun pura-pura menarik nafas panjang seperti orang tidur. Aku balikan badanku ke arah Mama Kristi dan aku kaget ketika ternyata Mama tiriku belum tidur dan sedang memandang ke atas.

“Loh.. Mama kok belum tidur?” tanyaku.

“Iya Wan, Mama masih ingat kenakalan kamu tadi,” jawabnya pelan.

“Jadi Mama masih marah sama Wawan ya?” aku bertanya sambil dadaku deg-degan karena takut.

“Ngak Wan, Mama jadi teringat Papamu. Papamu suka melakukan seperti itu,” kata Mama tiriku.

Saat Mama tidur membelakangiku, aku peluk Mama dari belakang dan tanganku langsung mengusap-usap kedua payudara Mama seperti yang aku lakukan tadi. Mama hanya diam dan memandangku sejenak, tiba-tiba dia berbalik lagi dan membelakangiku lagi.

Aku jadi bingung dengan kata-kata Mama tiriku, tiba-tiba seperti ada yang membisikkan, “Lakukan seperti Papamu” Dan seperti kerbau yang dicocok hidungnya, aku pun menuruti bisikan itu. Aku peluk Mama tiriku dari belakang dan tangan kananku langsung mengusap-usap kedua payudaranya. Kali ini tangan Mama tiriku justru memegangi tangan kananku dan menekan tanganku agar lebih keras memenangi payudaranya. Nafas kami berdua memburu.

Melihat hal itu, aku mengerti birahi Mama tiriku mulai naik dan tanganku semakin berani meremas buah dada dan juga kumainkan putingnya. Bukan hanya birahi Mama tiriku saja yang naik, aku pun sudah mulai lupa diri kalau wanita yang ada dihadapanku ini adalah wanita yang merawatku dari kecil.

Aku membalikkan tubuhnya hingga terlentang dan langsung menindihnya dan menciumi bibirnya sambil tangan kananku terus meremas buah dadanya. Perlahan ciumanku turun ke leher dan ke payudaranya yang montok lembut itu, tapi itu masih tertutup dasternya. Ciumanku terus merayap ke bawah hingga di memeknya yang masih tertutup celana dalam dan dasternya.

“Aaahh…. Aaaahhh..” hanya itu yang keluar dari mulut Mama Kristi.

Bagian bawah daster Mama tiriku sudah mulai berantakan sehingga tertarik keatas dan memperlihatkan kedua pahanya yang masih padat putih mulus. Aku sudah ngak tahan lagi ingin melihat kemulusan semua tubuh Mama tiriku lalu aku membuka dasternya.

Aku sudah tidak tahan lagi ingin melihat kemulusan seluruh tubuh Mama tiriku. Lalu aku pun membuka dasternya. Kini Mama tiriku telanjang hanya tersisa celana dalam yang masih menutupi memeknya, tapi aku benar-benar terpesona dengan kemulusan tubuh Mama tiriku. Akhirnya aku tarik celana dalam Mama tiriku dan tersembulah bulu jembut Mama tiriku yang begitu lebat hingga ke lubang pantatnya.

Sesaat aku memandanginya, aku pun mulai membuka semua pakaianku hingga sama-sama telanjang bulat. Kembali aku menindih Mama tiriku dan sesaat kami berciuman, lalu mulai turun merayap menciumi leher, ketiak dan kali ini aku membalikkan tubuhnya hingga terkurap memperhatikan sepasang pantatnya yang padat. Aku tindih tubuhnya dari belakang dan menciumi lehernya sambil mengesek-gesekkan kontolku yang sudah keras ke belahan pantatnya membuat Mama tiriku semakin keenakan.

“Aaahh… Wan… ayo masukin dari belakang… Mama sudah ngak tahan… Uuuhh…” desah Mama.

Tapi aku masih belum mau, aku masih mau menikmati tubuh Mama tiriku, dan ciumanku mulai merayap turun ke pantatnya, terus ke paha bagian dalamnya membuat Mama tiriku menggelinjang kegelian. Dia menunggingkan pantatnya dan membuatku semakin bergairah untuk menjilati lubang anusnya.

“Oooohh…. Uuyuhhhh….” seperti orang kepedesan Mama tiriku terus menikmati jilatan aku di anusnya.

Lidahku terus menari-nari di anusnya dan mulai merayap ke lubang memeknya. Ternyata lubang memek Mama tiriku sudah sangat licin oleh cairan birahinya sehingga mengeluarkan aroma yang khas dan rasa asin yang semakin membuatku bergairah memainkan lidahku di memeknya.

Kini posisi menjilati memek Mama Kristi sambil terlentang dan dia menduduki kepalaku sambil terus menggoyang dan menekan-nekan memeknya ke mulutku membuatku kadang susah bernafas. Tiba-tiba Mama tiriku membalikkan badannya dan melakukan posisi 69. Dengan penuh nafsu Mama tiriku meraih kontolku dan mulai memainkannya di mulutnya. Ulahnya itu membuatku lebih bernafsu menjilati memeknya.

Ketika aku sedang asik menghisap itilnya, tiba-tiba Mama tiriku meremas agak keras kontolku dan mengerang, “Aaaahhh….. Aaaahh…… Uuhhh….” Tubuh Mama tiriku mengejang dan tiba-tiba dia melepaskan kontoku dan ganti meremas perutku sambil menekan memeknya keras-keras kemulutku.

“Aaaahh…. Wan…. Mama keluar…..” erang Mama tiriku sambil merasakan enaknya orgasme pertamanya.

Aku merasakan cairan kental hangat membasahi mulutku dan aku pun tidak menyia-yiakannya dengan terus menjilati cairan orgasme Mama tiriku hingga tubuhnya terus bergetar di atas mulutku. Sesaat kemudian, dia langsung turun dari kepalaku dan mencium bibirku, “Jilatanmu hebat Wan.. Mama mau ngarasain kontolmu,” kata Mama tiriku.

Mama langsung tidur telentang dan aku yang memang sudah bernafsu tidak perlu menunggu lama lagi. Langsung mengarahkan kontolku ke lubang memeknya yang tertutup jembutnya yang lebat sudah sangat licin itu. Tapi aku tidak mau buru-buru dulu, pelan-pelan aku memasukkan kepala kontolku sampai masuk semua.

“Aaaahhh…. besar sekali kontolmu Wan… Mama sudah lama tidak pernah merasakannya,” kata Mamaku memuji.

Ketika sudah masuk semuanya, aku menahannya dan menekankan pantatku kuat-kuat sampai aku merasakan ada dinding lembut yang menahan kontolku di dalam lubang memek Mama tiriku. Setelah itu aku mulai memutar pantatku, hanya beberapa kali aku memutarkan pantatku, tiba-tiba Mama tiriku mengangkat pantatnya tinggi-tinggi dan tubuhnya kembali bergetar hebat.

Kedua tangannya meraih kepalaku dan mencium bibirku kuat-kuat sambil kedua matanya melotot. Mama tiriku kembali orgasme sesaat kemudian tubuhnya lunglai tanpa tenaga dibarengi dengan keringatnya yang membasahi tubuh dan kasur. Nafsuku sudah ngak tahan lagi melihat pemandangan seperti ini, perlahan aku memaju mundurkan kontolku di lubang memeknya untuk menuntaskan birahiku.

“Aaaah… Wan, tunggu dulu…. Mama masih ngilu…” setengah menjerit Mama tiriku menahan kontolku bergerak sambil mengeluarkannya dari memeknya. Nafsuku agak tertahan, tapi aku tersenyum dan menciumi mesra bibirnya, aku pun menahan diri, “Ooooh…. ternyata…. bukan cuma jilatanmu aja yang bikin Mama orgasme..” Tiba-tiba Mama mendorongku ke samping dan aku pun terlentang disamping Mama tiriku.

“Sekarang giliran Mama,” kata Mama tiriku sambil bangkit dan meraih kontolku yang tegak berdiri.

Mama tiriku mulai dengan aksi menjilati kontolku dan membuat nafsuku naik lebih tinggi. Untung Mama tiriku ngak lama dengan permainan mulutnya dan dia mulai naik diatas perutku, dan mengarahkan kontolku ke lubang memeknya. “Blesss.” Mama tiriku mulai dengan goyangan dan membuat kontolku semakin keras berdenyut.

“Ma… aku sudah ngak tahan Ma…. Ooohh..” aku seperti memohon pada Mama tiriku.

“Tahan sebentar sayang… Aaahh…. Mama juga mau keluar…. Uuuuhh…” dia semakin keras menggoyangkan pantatnya di atasku membuat kontolku seperti diremas-remas dan disedot-sedot oleh memek Mama tiriku.

“Maa….. Aaaahhh…..” aku sudah tidak tahan lagi menahan nafsuku. Setelah berdenyut-denyut keraas beberapa kali kontolku menyemprotkan air mani ke dalam lubang memek Mama tiriku dan membuat memeknya semakin licin keenakan. Tanganku tidak lupa meremas pantat montok Mama sambil menahan ngilu di kontolku. Dia pun merasakan sensasi luar biasa di dalam lubang memeknya dan goyangannya semakin keras dan semakin keras.

“Aaaahh….. Aaaaahhh…. Mama sampai lagi Wan….. Uuuhhhhh….” tubuh Mama tiriku kembali bergetar hebat bahkan lebih hebat dari yang pertama dan kedua karena posisinya di atas. Sekarang aku merasakan begitu banyak cairan kental dan hangat mengalir dikedua sela-sela pahaku. Akhirnya tubuh Mama tiriku ambruk memelukku, nafas kami pun saling berlomba bagaikan abis lari marathin. Tanpa terasa kami tertidur sambil berpelukan. Mama tiriku masih menindihku dan tertidur.

— S E L E S A I —

Jangan lupa di share ya Cerita Sex 2018 Ngentoti Mama Tiri yang Kesepian … Dibaca juga Cerita Sex 2018 Aku Dipaksa Tante Menyetubuhinya … Dan nantikan cerita-cerita yang lebih horny dan sange dari kami www.ceritapv.com selanjutnya. Cerita Sex Sedarah 2018

One thought on “Cerita Sex 2018 Ngentoti Mama Tiri yang Kesepian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: