REJEKIPOKER
PERKASA99
BADUTQQ
GADISQQ
BABEQQ
KEPOQQ
BUNGAQQ
TATOQ
BAJUPOKER
SEHATPOKER

Cerita Sex 2018 Aku Dipaksa Tante Menyetubuhinya

Kumpulan Cerita Sex dan Sange 2018 – Cerita Penis Vagina adalah cerita sex panas terbaru 2018 dengan Cerita Sex 2018 Aku Dipaksa Tante Menyetubuhinya. Situs ini dikhususkan untuk orang dewasa saja yang berisikan cerita-cerita seru dan terlengkap untuk usia 18 tahun keatas yang dapat meningkatkan nafsu birahi jika ingin mastrubasi atau bersetubuh dengan lawan jenis anda. Selamat membaca.

Aku akan menceritakan sedikit tentang alur cerita ini dulu. Papaku mempunyai seorang saudara bernama Om Dito yang tinggal di Jakarta dan sudah sangat sukses di ibukota negara kita itu. Om Dito ini mempunyai seorang istri yang sangat cantik dan seksi bernama Tante Maya. Dan Tante Maya ini orangnya sangat maniak seks dan belum terlampiaskan karena kesibukan pekerjaan Om Dito. Makanya aku pun jadi budak nafsu tinggi Tante Maya. Jika aku menolaknya, Tante Maya mengancamku akan memberitahukan kepada Om Dito bahwa aku telah memperkosa istri tercintanya itu.

Awal mula cerita ini ketika pagi itu aku sedang membereskan pakaianku untuk dimasukkan ke dalam koper. Papaku memperhatikanku dengan wajah yang sedih karena aku satu-satunya anak laki-laki harus pergi demi meraih masa depanku. Sehingga Papaku menitipkanku kepada saudaranya yang tinggal di Jakarta bernama Om Dito dan Tante Maya.

“Papa harap kamu bisa menjaga diri dan berbuat baik, menurut pada Om Dito dan Tante Maya,” kata Papaku.

Aku hanya diam menoleh dan menatap Papaku yang tampak kurang bersemangat karena kepergianku. Lalu kupeluk Papaku. “Aku tidak akan mengecewakan Papa,” kataku sambil menuju ke pintu.

Aku naik angkot menuju ke terminal bus. Ketika sudah di dalam bus, aku membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya sambil berharap semoga cita-cita dapat tercapai. Sesampainya di terminal, aku melanjutkan dengan naik angkot manuju ke perumahan mewah di daerah salah satu kota Jakarta Pusat.

“Apa ini rumahnya?” kataku dalam hati.

Nomornya sih sudah benar. Maklum aku belum pernah ke rumahnya. “Gila… ini rumah apa istana?” gumamku bicara pada diriku sendiri.

Aku segera menekan bel yang ada pada pintu gerbang. Beberapa saat kemudian pintu gerbang itu dibuka. Seorang satpam berbadan gemuk mengamatiku, lalu menegurku.

“Cari siapa ya?” tanyanya.

“Apa betul ini rumah Om Dito, Mas?” tanyaku balik.

“Ya betul… kamu itu siapa ya?” tanyanya lagi.

“Aku keponakan Om Dito dari Malang,” jawabku.

“Kenapa ngak bilang dari tadi. Kamu tuh pasti Den Guntur kan? Bapak sedang keluar kota, tapi ada Ibu sedang nungguin kamu Den,” kata satpamnya.

Sekejap aku sudha berada di ruangan dalam rumah mewah yang diisi perabotan yang serba mahal. Tidak lama kemudian seorang wanita cantik berkulit putih bersih dan bertubuh seksi muncul dari ruang dalam. Kalau kutebak usianya sekitar 36 tahunan, tapi bagiakan seorang gais yang masih perawan. Dia tersenyum begitu melihatku.

“Kok lama banget Gun? Tante pikir kamu ngak jadi datang,” ucap wanita seksi itu sambil terus memandangiku.

“Iya.. Tante… Maaf,” jawabku pendek.

“Ya sudah.. Kamu datang saja Tante sudah sangat senang. Pak Udin… tolong antarkan Guntur ke kamarnya!” perintah Tante Maya pada Satpam tadi.

Lalu aku mengikuti Pak Udin menuju sebuah kamar yang ada di bagian bawah tangga. Aku cukup senang menempati kamar itu, karena aku langsung tertidur sampai sore hari. Ketika bangun aku segera mandi, lalu berganti pakaian. Setelah itu aku keluar kamar hendak jalan-jalan di halaman belakang yang luas. Ketika sedang asik-asiknya mengkhayal, tiba-tiba suara lembut dan manja menegurku. Aku agak kaget dan menoleh ke belakang. Ternyata Tante Maya yang sore itu mengenakan kimono dengan rokok di tangannya, rupanya dia baru bangun tidur.

“Oh Tante…” sapaku kikuk.

Tante Maya tersenyum, dan pandangan yang nakal tertuju pada dadaku yang bidang dan berbulu lebat. Badanku memang cukup atletis karena sering berenang, fitness, dan aku memang mempunyai wajah yang lumayan ganteng.

“Kamu sudah mandi ya Gun? Tampan sekali kamu,” kata Tante Maya memujiku.

Aku kaget bukan main ketika dia mendekatiku, tangannya langsung mengelus-eluskan kontolku, tentu saja aku jadi salah tingkah.

“Aku mau ke kamar dulu Tante…” kataku takut kalau nanti dilihat Om Dito.

“Tunggu sebentar Gun, Tante ingin minta tolong mijitin kaki Tante dong. Soalnya keseleo waktu turun tangga tadi,” kata Tante Maya sambil merengek.

Lalu dia duduk seenaknya, hingga kimono yang tidak dikancing seluruhnya tersingkap, dan bagian dalam Tante Maya terlihat olehku. Gila… ternyata Tante Maya tidak memakai celana dalam, sempat juga kulihat bulu-bulu tipis di sekitar memeknya seperti dicukur habis.

Aku menahan nafas dan mencoba mengalihkan pandanganku, tapi Tante Maya yang tahu akan hal itu malah menarik lenganku dan mengangkat kaki kanannya menujukkan bagian yang sakit. Aku terpaksa melihat betis dan paha Tante Maya yang mulus dan padat itu.

“Tolong diurut ya Gun, tapi pelan-pelan aja ya,” ucap Tante Maya dengan lembut.

Terpaksa aku memijit betis Tante Maya, meskipun hatiku cemas dan bingung. Apalagi ketika aku mencuri pandang melihat paha dan area memeknya, sehingga tampak sekilas bagian yang berwarna merah muda itu. Tante Maya melirik ke arahku sambil tersenyum genit, aku pun semakin bingung dan malu.

Itu pengalamanku di hari pertama di rumah Om Dito. Sudah tiga hari Om Dito belum pulang juga, padahal aku ingin sekali bertemu dengannya, sedangkan setiap malam aku diminta oleh Tante Maya untuk menemaninya ngobrol, bahkan tidak jarang disuruh menemaninya menonton Film Bokep. Benar-benar gila.

Hingga pada suatu malam Tante Maya merintih kesakitan. Waktu itu Tante Maya sedang menonton TV sendirian. Tiba-tiba wanita itu menjerit, “Acchh… aduh…. tolong Gun!” keluhnya sambil memegangi keningnya.

“Kenapa Tante?” tanyaku kaget dan khawatir.

“Kepala Tante agak pusing… Aduh.. tolong bawa Tante ke kamar Gun!” keluh Tante Maya sambil memegangi kepalanya.

Aku jadi kebingungan dan serba salah. “Aku panggil Pak Udin dulu ya Tante?”usulku sambil ingin pergi.

Tapi dengan cepat Tante Maya melarangku, “Ngak usah, lagi pula Pak Udin sudah Tante suruh ke Tangerang untuk mengawal barang,” kata Tante Maya.

Aku jadi bertambah bingung, terpaksa kutuntun Tante Maya untuk naik ke ruang atas. Tante Maya merebahkan kepalanya pada pelukanku, aku jadi gemetaran sambil terus menaiki tangga. Sesampainya di dalam kamar, Tante Maya merebahkan tubuhnya yang seksi itu dengan telentang. Aku menarik nafas lega dan bermaksud meninggalkan kamar. Baru saja kubalikkan tubuh, suara lembut Tante Maya itu melarangku.

“Kamu mau kemana Gun? Jangan tinggalkan Tante… Tolong pijitin Tante ya Gun!” suruhnya sambil merengek.

Mendengar itu seluruh tubuhku jadi teringat pesan Papa agar menuruti perkataan Om Dito dan Tante Maya. Perlahan-lahan kubalikkan badan, ternyata Tante Maya telah melepaskan kimononya. Dan kini hanya tinggal celana dalam saja. Tubuhnya yang masih padat membuat nafsuku naik, payudaranya yang masih montok dan menantang itu membuat kontolku mulai tegang karena aku belum pernah melihat keindahan tubuh wanita dalam keadaan telanjang seperti ini, apalagi Tante Maya menggeliat perlahan.

Desahan bibir Tante Maya yang tipis itu mengundang nafsu birahiku dan kontolku semakin tegang dibuatnya. Kuberanikan diri melangkah menuju ranjang. Begitu sampai, Tante Maya yang pura-pura pusing itu tiba-tiba bangkit lalu memelukku dan mencium bibirku dengan penuh nafsu. Wanita yang maniak seks itu dengan cepat melucuti seluruh pakaianku.

“Jangan Tante… Jangan… Aku takut…” pintaku sambil mau memakai pakaianku kembali.

“Kalau kamu menolak, Tante akan teriak dan mengatakan pada Om Dito dan semua orang bahwa kamu mau memperkosa Tante,” ancam Tante Maya.

Aku hanya terdiam dan pasrah. Tante Maya kembali mencumbuku, diciuminya dan dijilatinya tubuhku. Begitu tangan halusnya mengenggam kontolku dan aku langsung membalas ciumannya serta mulai menjilati payudaranya. Lalu kukulum putingnya yang berwarna merah agak kecoklatan itu dan aku melihat Tante Maya mendesah keenakan. Selanjutnya kami memainkan posisi 69, sehingga kontolku dihisap dan dikemutnya. Nikmat sekali, kurenggangkan kedua pahanya sambil kujilat-jilat lubang memeknya yang sudah mulai basah itu.

“Aaccchhh… Aaaaccchhhh…. ayo terus jilat Gun…. Jangan berhenti….” erang Tante Maya keenakan.

Rupanya Tante Maya mengeluarkan cairan dari dalam lubang memeknya. Cairan itu memuncrat di wajahku, lalu kuhisap dan kutelan semua. Aku semakin terangsang, kujilati lagi kali ini lebih dalam bahkan sampai ke duburnya. Kemudian kami berganti posisi, kali ini aku berdiri dan Tante Maya jongkok sambil mengulum kontolku yang sudah sangat tegang. Ternyata Tante Maya ini jago sekali menjilati kontol, tidak sampai lima menit aku sudah keluar.

“Aaahh… Ayo Tante… terus jilat sayang… Aaaakkkhh….” desahku sambil kudorong keluar masuk di mulutnya kontolku yang besar ini.

“Tante… aku mau keluar…. Aaakkkhh…. ” erangku sambil kusemprotkan air maniku ke mulutnya.

Tante menelan semua air maniku, bahkan masih mengocoknya berharap masih ada sisanya. Setelah beberapa menit kemudian kontolku kembali tegang lagi. Kontol tegang itu dibimbingnya masuk ke dalam lubang memeknya Tante Maya. Kali ini aku diatas dan Tante Maya di bawah, agak kesusahan sih, mungkin sudah lama tidak dipakai oleh Om Dito. Setelah kepalanya masuk, kudorong perlahan hingga masuk semuanya ke dalam lubang memek Tante Maya.

“Ayo Gun! Gerakin dong sayang..” pinta Tante Maya sambil menggerakkan pantatnya ke atas dan ke bawah karena dia sekarang berada di bawah.

Akhirnya kudorong keluar masuk kontolku dengan gerakan yang cepat, sehingga semakin keras erangan Tante Maya. Beberapa saat kemudian aku sudah ingin keluar, “Aaaakkkhh…. Tante…. Guntur mau keluar…. Aaaakkkhh…” kataku.

“Sabar sayang… Tante sebentar lagi nih…. Oooohhh…. Oooohh… Uuhhhhh…. kita sama-sama ya sayang…. Uuuuhhh…” erang Tante Maya.

Rupanya Tante Maya juga hampir orgasme. Rasanya seperti ada yang menyedot-nyedot kontolku dan kakinya dilingkarkan ke pantatku. Tante Maya bergetar hebat dan memelukku sambil memeknya mengeluarkan cairan yang menyemprot ke kontolku. Tidak lama kemudian aku juga mengeluarkan air maniku di dalam lubang memek Tante Maya. Terasa begitu nikmatnya dunia ini dan akhirnya kami berdua terkapar lemas.

“Hebat benar kamu Gun… Tante ngak nyangka baru kali ini Tante merasakan kenikmatan yang luar biasa!” tuturnya dengan nafas terengah-engah.

Aku diam tidak menjawab, tapi dalam hati aku merasa bersalah telah berhubungan dengan Tante Maya dan takut ketahuan Om Dito. Tante Maya turun dari ranjang tanpa busana, lalu dia menyalakan sebatang rokok.

“Bagaimana kalau Om Dito sampai tahu Tante? Aku takut, Aku merasa berdosa,” kataku lemah.

Tapi Tante Maya malah tersenyum dan memelukku dengna mesra, “Asal kami tidak memberitahu orang lain, perbuatan kita aman. Lagi pula Om Dito itu sudah ngak bisa melakukan hubungan badan sejak lama. Dia itu impoten Gun!” tutur Tante Maya tanpa busana yang penuh daya tarik itu.

“Jadi semua ini Tante lakukan karena Om Dito tidak bisa memuaskan Tante lagi ya?” tanyaku.

“Ya.. bukan sekali ini saja Tante melakukan hal seperti ini. Sebelum sama kamu, Tante pernah melakukannya dengan beberapa teman bisnis Ommu. Terus terang Tante ngak tahan kalau seminggu tidak disentuh atau dipeluk laki-laki,” tutur Tante Maya.

Aku jadi geleng kepala mendengar penjelasan Tante Maya. Lalu aku bergerak mau pergi, tapi dengan cepat Tante Maya menahanku dan mengusap-usap dadaku yang berbulu.

“Gun, kamu harus membersihkan badanmu dulu… Mandilah supaya segar!” ucap Tante Maya lembut.

Aku tidak menjawab hanya menarik nafas panjang, lalu melangkah ke kamar mandi. Tubuhku terasa letih namun puas juga. Begitulah pengalamanku di Jakarta yang aku alami 5 tahun yang lalu dan sampai saat ini aku telah mempunyai seorang istri dan anak, tapi aku masih sering menyemprot lubang memek Tante Maya dengan air maniku.

— S E L E S A I —

Jangan lupa di share ya Cerita Sex 2018 Aku Dipaksa Tante Menyetubuhinya … Dibaca juga Cerita Sex 2018 Ibu Kost STW Haus Akan Belaian … Dan nantikan cerita-cerita yang lebih horny dan sange dari kami www.ceritapv.com selanjutnya. Cerita Sex Sedarah 2018

One thought on “Cerita Sex 2018 Aku Dipaksa Tante Menyetubuhinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: